Bagaimana Hukum Selingkuh Menurut Islam? Cek Penjelasan Berikut

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa ditarik benang merah, bahwa perselingkuhan bisa diartikan sebagai kecurangan, pengkhianatan dan penyelewengan terhadap pasangannya.

Dilansir dari laman Muhammadiyah, disebutkan bahwa hukum selingkuh menurut Islam sama halnya dengan semua perbuatan pengkhianatan, kecurangan dan penyelewengan. Dimana ketiga hal tersebut dilarang oleh agama Islam.

Dikisahkan dalam Firman Allah SWT yang bercerita tentang istri Nabi Nuh AS dan Istri Nabi Luth AS yang mengkhianati suaminya. Dimana hal tersebut tidak patut untuk dicontoh.

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): ‘Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam),” (QS. at-Tahrim: 10).

Sementara itu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa perselingkuhan itu biasanya dilanjutkan dengan tindakan perzinaan. Sama halnya dengan hukum selingkuh menurut Islam, zina pun juga dilarang oleh agama.

BACA JUGA:  Reza Arap Diduga Selingkuh, Cuitan Galau Wendy Jadi Sorotan Netizen

Berdasarkan Firman Allah dalam Surat al-Israa ayat 32 menjelaskan bahwa zina merupakan perbuatan yang keji dan sebuah jalan yang buruk. Oleh sebab itu, jauhilah perbuatan zina.

Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk,” (QS: al-Israa: 32).

HARIANE.COM menerima rilis dan artikel serta karya fiksi untuk diterbitkan. Dikirimkan malalui email: redaksihariane@gmail.com