Cara Menabung Emas Syariah, Mudah dan Dijamin Halal Bebas dari Riba

Contohnya, 1 kg beras ditukar untuk 4 kg jagung. Pada hari tersebut, harga beras 10 ribu rupiah per kilogram dan jagung 2.500 rupiah per kilogram.

Setelah beras diterima oleh yang ingin menukar dengan jagung, jagung tidak diberikan kepada yang seharusnya menerima saat akad tersebut.

Hal ini menjadi riba al-yad, karena kemungkinan harga 1 kg beras di kemudian hari berbeda dengan harga 4 kg jagung.

BACA JUGA:  5 Tips Investasi Emas Bagi Pemula, Dijamin Aman dan Menguntungkan

Terakhir, menurut NU Online, riba al-nasa yakni riba dari jual barang ribawi yang disebabkan adanya tempo.

Misalnya, penjual emas memberikan 1 kg emas seharga 50 juta rupiah kepada pembeli, namun harganya diinformasikan 1 bulan berikutnya.

Setelah jatuh tempo, pembeli belum memiliki 50 juta rupiah. Harga emas saat itu naik menjadi 55 juta rupiah.

Akhirnya, penjual memberi pilihan transaksi batal namun pembeli harus membayar 50 juta rupiah, atau dilanjutkan tempo 1 bulan namun pembeli harus membayar 55 juta rupiah.

Cara menabung emas syariah

NU Online menyatakan bahwa syarat sah transaksi barang ribawi adalah harus kontan, saling menyerahkan, dan timbangannya sama.

Saat ceramah dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya juga menambahkan sebelum transaksi harus ada niat terlebih dahulu.

Berdasarkan hal tersebut, Buya Yahya mengatakan cara menabung emas syariah yang halal dan bebas riba ada tiga cara.

Cara menabung emas syariah yang pertama adalah menabung, membeli emas, disimpan di rumah, lalu dijual lagi jika ingin.

HARIANE.COM menerima rilis dan artikel serta karya fiksi untuk diterbitkan. Dikirimkan malalui email: redaksihariane@gmail.com