Profil KH Yahya Cholil Staquf: Visi Ke-NU-an dan Perdamaian Palestina-Israel

Bertahun-tahun, Gus Yahya menjelajah ke berbagai penjuru dunia untuk meneruskan cita-cita Gus Dur dalam menjembatani isu antar umat beragama dan memperjuangkan perdamaian Palestina – Israel  

hariane.com – Profil KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mungkin belum banyak di dengar masyarakat Indonesia non Nahdliyin. Padahal, mantan Katib atau Sekjen PBNU 2016-2020 itu memiliki banyak jasa mengharumkan nama Indonesia melalui berbagai forum dialog lintas agama di tataran Internasional.  

Gu Yahya yang baru resmi terpilih menjadi Rois Tanfidziah atau Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa bakti 2021-2026 adalah putra dari KH Cholil Bisri, kakak kandung KH Mustofa Bisri atau yang biasa kita kenal Gus Mus.

Cucu dari KH Bisri Mustofa ini menghabiskan 15 tahun masa anak-anak dan remajanya di Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak, Yogyakarta untuk menimba ilmu pada KH Ali Maksum. Selain itu, kakak kandung dari Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas itu juga tercatat pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Sosiologi FISIP UGM, Yogyakarta.

Sebagai seorang putra dan cucu dari kyai kharismatik, pria yang lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 16 Februari 1966 itu sejak Tsanawiyah (SMP) sudah terlibat dalam berbagai kegiatan NU meski hanya sebagai pengamat.

Dia baru benar-benar aktif berkiprah di NU pada tahun 2010 atas ajakan KH Sahal Mahfuz untuk berkhidmat di PBNU di jajaran Syuriah. Oleh Kyai Sahal, Gus Yahya diberi tugas khusus, yakni melacak merajut kembali koneksi-koneksi Gus Dur di luar kancah internasional.

HARIANE.COM menerima rilis dan artikel serta karya fiksi untuk diterbitkan. Dikirimkan malalui email: redaksihariane@gmail.com