Ramai Soal Lee Seung Gi Jadi Korban Gaslighting, Apa Istilah Itu Sebenarnya?

– Menahan, pelaku biasanya akan bersikap kasar dan berpura-pura tidak mengerti atau menolak untuk mendengarkan.

– Meremehkan, orang yang melakukan kekerasan akan membuat perasaan korban seolah-olah tampak tidak penting.

– Lupa/Penolakan, pelaku yang melakukan kekerasan berpura-pura telah melupakan apa yang sebenarnya terjadi atau menyangkal hal-hal seperti janji yang telah diberikan kepada korban.

– Melawan, pelaku yang kasar mengungkit ingatan korban tentang peristiwa yang pernah dialami sebelumnya.

– Memblokir/Mengalihkan, seseorang yang melakukan kekerasan mengubah topik pembicaraan juga mempertanyakan pemikiran korban.

BACA JUGA:  Tampil Manis, Drakor Terbaru Lee Seung Gi Bakal Tayang September, Cek 3 Fakta Menariknya Disini

Apakah Gaslighting Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental?

Lee Seung Gi jadi korban gaslighting
(Ilustrasi: Pixabay/SerenaWong)

Gaslighting tentu saja dapat membuat kesehatan mental korban berbahaya. Mereka mungkin akan mengalami kecemasan, depresi, disorientasi, merendakan harga diri, gangguan stres pascatrauma, ketakutan berlebihan akan bahaya, hingga pikiran bunuh diri.

Untuk menangani gaslighting, cobalah datang ke psikolog atau terapis. Hal itu dapat membantu mengarahkan trauma baik saat itu terjadi maupun setelah peristiwa tertentu.

Selain itu, bercerita kepada keluarga atau teman dekat untuk meminta support dan saran dari keraguan yang dialami diri sendiri juga merupakan salah satu hal yang perlu dicoba.

Sementara itu, gaslighting bisa datang dari hubungan pasangan, politik, sampai tempat kerja salah satunya yang dialami Lee Seung Gi jadi korban gaslighting oleh CEO agensinya tersebut. ****

HARIANE.COM menerima rilis dan artikel serta karya fiksi untuk diterbitkan. Dikirimkan malalui email: redaksihariane@gmail.com