HARIANE – Pasar saham Amerika Serikat kembali terguncang setelah kebijakan tarif impor baru yang diumumkan Presiden Donald Trump memicu aksi jual besar-besaran. Tiga indeks utama—Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq—kompak anjlok lebih dari 3%, dengan saham teknologi seperti Apple dan Nvidia menjadi korban terbesar.
Ketidakpastian perang dagang dan balasan tarif dari China membuat investor panik dan beralih ke aset safe haven seperti emas dan obligasi.
Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite terkoreksi lebih dari 3% masing-masing, melanjutkan tren penurunan dari Kamis (3/4) yang menjadi salah satu hari terburuk sejak 2020.
Dow Jones Turun 1.226 Poin
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 1.226 poin (-3%) pada sesi pagi waktu AS, setelah sehari sebelumnya jatuh 1.600 poin (-4%).
Penurunan ini dipicu oleh pembalasan China yang memberlakukan tarif 34% pada barang-barang AS.
Sektor ekspor seperti maskapai penerbangan dan manufaktur menjadi yang paling terdampak, dengan saham United Airlines dan DuPont masing-masing merosot 11,7% dan 14,5%.
S&P 500 Kehilangan 2,4 Triliun dalam 2 Hari.
Sektor ritel dan teknologi menjadi yang terparah, dengan saham Nike (-14,5%), Target (-10%), dan Apple (-9,25% Kamis, -5% Jumat) mengalami tekanan besar akibat kenaikan biaya impor dan ketergantungan pada rantai pasok China.
Nasdaq Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi
Indeks Nasdaq Composite turun 3,8% hari ini, menyusul penurunan 6% pada Kamis.
Saham-saham teknologi besar seperti Nvidia (-7,5%) dan Amazon (-7%) tertekan akibat risiko kenaikan biaya produksi elektronik impor.