Aksi Klitih Resahkan Warga Jogja, Begini Kata GKR Condrokirono

hariane.com – Sejumlah pelaku kekerasan jalanan ditangkap oleh aparat Kepolisian. Mirisnya sebagian besar pelaku masih berusia muda.

Tidak jarang aksi itu memakan korban jiwa karena sabetan benda tajam atau kekerasan lainnya.

Hal ini ternyata menyita perhatian ketua Karang Taruna DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono yakni salah satu puteri Gubernyr DIY, Sri Sultan HB X.

Dalam pernyataan sikapnya, GKR Condrokirono dan Karang Taruna DIY dengan tegas  mendukung penindakan Polisi terhadap para pelaku klitih dan tawuran.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Gelontorkan Bansos Rp 177 Juta, Ini Penerimanya

GKR Condro Kirono juga menegaskan bahwa klitih dan tawuran yang terjadi akhir-akhir ini sudah cukup meresahkan masyarakat Yogyakarta karena selain merusak fasilitas umum juga menimbulkan korban jiwa.

Pihaknya menegaskan bahwa Karang Taruna DIY  telah siap untuk bermitra dengan dinas atau instansi terkait untuk mencegah klitih dan tawuran antar geng.

Bahkan menurutnya, kemitraan ini dapat dilakukan tidak hanya di tingkat provinsi akan tetapi juga bisa diturunkan sampai dengan tingkat kalurahan.

Lebih lanjut GKR Condrokirono juga menjelaskan bahwa dengan jejaring karang taruna yang sampai tingkat desa dan dusun maka upaya pencegahan klitih bisa efektif. Karang Taruna tingkat dusun dapat menjadi sistem peringatan dini apabila ada potensi klitih atau tawuran yang akan muncul.

BACA JUGA: Kalah 3-2 Dari West Ham, Chelsea Tergelincir Dari Puncak Klasemen Liga Inggris

Berikut pernyataan sikap resmi dari Karang Taruna DIY:

  1. Mendukung langkah-langkah tegas aparat kepolisian untuk menindak secara hukum pelaku klitih dan tawuran antar geng di semua wilayah DIY.
  2. Menghimbau kepada pengurus Karang Taruna Kabupaten/Kota, Pengurus Karang Taruna  Kapanewon/Kemantren dan Pengurus Karang Taruna Kalurahan untuk aktif melakukan upaya pencegahan klitih dan tawuran antar geng dengan menginisiasi kegiatan-kegiatan yang memberdayakan pelajar dan pemuda.
  3. Mengajak kepada seluruh kelompok masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta organisasi kepemudaan di DIY untuk mendukung pemerintah daerah DIY dalam menangani klitih dan tawuran antar geng dengan mengedepankan pendekatan keluarga dan budaya.

Geramnya Puteri Sultan Yogyakarta itu bukan tanpa alasan. Menurutnya akibat aksi klitih tersebut seperti munculnya teror di masyarakat. ****

HARIANE.COM menerima rilis dan artikel serta karya fiksi untuk diterbitkan. Dikirimkan malalui email: redaksihariane@gmail.com