Aksi Scientist Protest 2022 Dilakukan Seribuan Ilmuwan Seluruh Dunia, Apakah Bumi Sedang Baik-baik Saja?
"Kami sudah menginggatkan kalian selama beberapa dekade. Para ilmuwan selama ini diabaikan. Ini harus diabaikan, kita akan kehilangan segalanya. Aku tidak bercanda dan melebih-lebihkan. Ini sangat buruk semuanya," orasi Peter Kalmus di depan gedung JP Morgans Chase.Namun, orasi yang dilakukan oleh Peter Kalmus dan kawan-kawan tak ditanggapi. Bahkan ilmuwan yang mengadakan orasi didatangi oleh ratusan polisi.Akhirnya Peter Kalmus dan teman-temannya diamankan oleh polisi.Selain mengadakan aksi demo di Amerika, para ilmuwan Inggris juga turut serta melakukan aksi di depan kantor pusat Shell dan berhasil menerobos masuk ke dalam kantor pusat Shell.Aksi protes yang dilakukan ilmuwan Inggris adalah mengelem diri mereka sendiri ke meja, ke lantai, ke jendela sebagai bentuk aksi protes kepada Shell.Selain itu, truk tangki pembawa bensin juga dicegat oleh para pendemo.Tak hanya berdemo di depan perusahaan gas dan minyak bumi, para pendemo juga mengadakan aksi di depan gedung parlemen di berbagai negara.Baca Juga: Hari Bumi Sedunia Jatuh pada 22 April, Berikut Bukti Nyata Perubahan Iklim Bumi yang Diungkapkan NASASelain Inggris dan Amerika, aksi protes ilmuwan ini juga terjadi di Jerman, Meksiko, dan Spanyol. Namun sayangnya semua aksi mereka tak membuahkan hasil.
2. Pernyataan Miranda Whelehan
Pernyataan Miranda Viral Mendukung Vuralnya Aksi Scientist Protest 2022 (Foto: Youtube/ Sepulang Sekolah)Selain dilatarbelakangi oleh aksi para ilmuwan seluruh dunia, aksi himbauan mengurangi bahan bakar fosil menjadi trending di masyarakat akibat pernyataan Miranda Whelehan selaku aktivis lingkungan hidup yang berasal dari LSM Just Stop Oil dan mengatakan bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja.Seperti suhu global semakin naik, permukaan air laut naik, kekeringan semakin parah, gagal panen, dan kemiskinan karena harga bahan pokok terus naik.