Artikel

Korban Tewas Gempa Turki Capai 36.000 Jiwa: Terdahsyat Selama 1 Abad

profile picture Salsa Berlianthi Ariyanto
Salsa Berlianthi Ariyanto
Korban Tewas Gempa Turki Capai 36.000 Jiwa: Terdahsyat Selama 1 Abad
Korban Tewas Gempa Turki Capai 36.000 Jiwa: Terdahsyat Selama 1 Abad
HARIANE - Badan Nasional Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) merilis data terbaru korban tewas gempa Turki capai 31.643 jiwa. Sementara di Suriah, korban jiwa mencapai mencapai 4.614 orang.
Besarnya jumlah korban jiwa akibat Gempa berkekuatan 7,8 SR yang melanda Provinsi Kahramanmaras, Turki pada Senin, 6 Februari 2023 pukul 04.17 waktu setempat itu disebut sebagai gempa terdahsyat dan ditakuti oleh seluruh ahli gempa setelah tahun 1939.
BACA JUGA :
Korban Tewas Gempa Turki Capai 25.000 Jiwa: Masih Ada Secercah Harapan
Korban tewas gempa Turki capai 36.000 jiwa, tentu besarnya angka tersebut sangat memilukan para Pemimpin Dunia.
Korban Tewas Gempa Turki Capai 34
Korban Tewas Gempa Turki Capai 34.000 Jiwa: Terbesar Selama Satu Abad
Hingga saat ini para tim penyelamat masih terus berupaya mencari korban selamat ataupun meninggal dunia.
Pasalnya, telah satu pekan usai gempa Turki terjadi tetapi masih saja menemukan korban di bawah puing-puing bangunan.
Dikutip dari laman Aljazeera mengumumkan bahwa korban tewas gempa Turki capai 34.000 jiwa.
"Turkey-Syria earthquake live news: Help arrives — from survivors" tulisnya.
BACA JUGA :
Penyebab Gempa Bumi, Jenis dan Pengertiannya: Berikut 4 Alasan Bencana Turki Ditakuti Para Ahli
Di sisi lain, PBB mengatakan bahwa setidaknya terdapat 5,3 juta penduduk Turki kehilangan tempat tinggal disebabkan gempa berkekuatan 7,8 SR tersebut.
Gempa terdahsyat selama 1 abad terakhir ini telah menghancurkan seluruh bangunan yang berada di pusat gempa, mulai dari rumah, toko, gedung sekolah atau universitas, stadion, hingga bandara.
Korban Tewas Gempa Turki Capai 34
Korban Tewas Gempa Turki Capai 36.000 Jiwa: Terbesar Selama Satu Abad. (Sumber foto: Twitter/@YuzuruHanyu_TR)
Turki saat ini sedang memasuki musim dingin, untuk itu para korban pengungsi memerlukan selimut tebal, dan makanan panas.
Diketahui sebanyak 900.000 jiwa membutuhkan makanan panas untuk menghangatkan tubuh dari dinginnya cuaca ekstrim disana.
Sementara di Suriah, kondisi jauh lebih buruk karena hingga saat ini masih mengalami peperangan internal antara pemerintah dan kelompok pemberontak 'Helm Putih'.
Situasi konflik internal tersebut membuat proses penyaluran bantuan, baik tenaga tim pencarian, tim medis maupun logistik seperti obat-obatan, makanan dan selimut makin sulit.
BACA JUGA :
3 WNI Luka Berat usai Gempa Turki M 7,8 KBRI Ankara Dirikan Posko Penampungan 
Kepala Bantuan PBB, Martin Griffith mengatakan, banyak bantuan tertahan karena adanya masalah persetujuan dengan kelompok bersenjata Hay'et Tahrir al-Sham.
Hal ini mengakibatkan banyak penduduk Suriah di bagian Barat Laut merasa ditinggalkan.
Korban Tewas Gempa Turki Capai 34
Korban Tewas Gempa Turki Capai 34.000 Jiwa: Terbesar Selama Satu Abad. (Sumber foto: Reuters)
Amerika Serikat telah meminta Dewan Keamanan PBB menyetujui pengiriman bantuan ke wilayah Suriah yang dikuasai pemberontak (oposisi).
Amerika Serikat mengatakan bahwa gempa yang melanda Turki dan Suriah pada Senin, 6 Februari 2023 sebagai salah satu gempa dahsyat dalam satu abad.
Korban Tewas Gempa Turki Capai 34
juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price menyampaikan ucapan belasungkawa(Sumber foto: tn.usembassy.gov)
"Belasungkawa tulus kami terus ditujukan kepada semua korban yang terkena dampak guncangan, penyintas, penyelamat, keluarga, tetangga, dan teman," ucap Ned Price, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Mengetahui Korban tewas gempa Turki capai 36.000 jiwa, Amerika Serikat mengatakan bersama Turki dan Suriah.

"Amerika Serikat bekerja sangat keras untuk mendukung orang-orang di Turki dan Suriah pada saat mereka membutuhkan,” tutur Ned.
Salah satu bentuk dukungan Amerika Serikat kepada peristiwa gempa Turki adalah memberikan bantuan kemanusian.
"Kami menyerukan rezim Assad untuk segera mengizinkan semua bantuan kemanusiaan melalui semua penyeberangan perbatasan". tegasnya.
Update jumlah korban tewas gempa Turki capai 36.000 jiwa dan diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan dilakukannya proses pencarian.****
1
Ads Banner

BERITA TERKINI

Bahaya Rip Current, Ini Spot yang Perlu Diwaspadai Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul

Bahaya Rip Current, Ini Spot yang Perlu Diwaspadai Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul

Kamis, 03 April 2025
18 Puskesmas di Jogja Beroperasi 24 Jam Selama Libur Lebaran, Berikut Daftarnya

18 Puskesmas di Jogja Beroperasi 24 Jam Selama Libur Lebaran, Berikut Daftarnya

Kamis, 03 April 2025
Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Masuk Parit di Jalan Jogja-Wonosari

Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Masuk Parit di Jalan Jogja-Wonosari

Rabu, 02 April 2025
Menjelajahi Padukuhan Wota-Wati di Sisi Timur Gunungkidul, Bak Tinggal di Kerajaan Majapahit

Menjelajahi Padukuhan Wota-Wati di Sisi Timur Gunungkidul, Bak Tinggal di Kerajaan Majapahit

Rabu, 02 April 2025
Mantap! Ini 6 Makanan Khas Palembang yang Disajikan saat Lebaran Idul Fitri

Mantap! Ini 6 Makanan Khas Palembang yang Disajikan saat Lebaran Idul Fitri

Rabu, 02 April 2025
Harga Emas Perhiasan Hari ini Rabu 2 April 2025, Cek Sebelum Beli

Harga Emas Perhiasan Hari ini Rabu 2 April 2025, Cek Sebelum Beli

Rabu, 02 April 2025
Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan atau Selang-Seling? Begini Hukumnya

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan atau Selang-Seling? Begini Hukumnya

Rabu, 02 April 2025
Sempat Melejit, Harga Emas Antam Hari ini Rabu 2 April 2025 Turun

Sempat Melejit, Harga Emas Antam Hari ini Rabu 2 April 2025 Turun

Rabu, 02 April 2025
Jadwal One Way Hingga Ganjil Genap Balik Lebaran 2025 di Jakarta, Catat Tanggalnya

Jadwal One Way Hingga Ganjil Genap Balik Lebaran 2025 di Jakarta, Catat Tanggalnya

Rabu, 02 April 2025
Satlantas Polresta Yogyakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Teteg Malioboro dan Sarkem saat ...

Satlantas Polresta Yogyakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Teteg Malioboro dan Sarkem saat ...

Rabu, 02 April 2025