Berita

Mengintip Bangunan Bekas Kantor Onderdistrik Rongkop Terawat Apik

profile picture RAMADHANI
RAMADHANI
Mengintip Bangunan Bekas Kantor Onderdistrik Rongkop Terawat Apik
Kondisi bangunan bekas kantor Onderdistrik Rongkop masa Kolonial Hindia Belanda yang masih berdiri kokoh. Foto : (Hariane/Ramadhani).

HARIANE - Kabupaten Gunungkidul memiliki banyak sekali tempat bersejarah yang masih terawat apik dan dijadikan cagar budaya oleh pemerintah. Salah satunya adalah bangunan bekas kantor Onderdistrik Rongkop atau bekas kantor kecamatan pada masa kolonial Hindia Belanda yang masih berdiri kokoh dan terawat.

Bangunan bekas Onderdistrik atau kantor pemerintahan (kecamatan) pertama Rongkop sekitar tahun 1926-1932 pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda tersebut berada di jalur utama Girisubo-Sadeng. Tepatnya di Padukuhan Jerukwudel, Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo.

Beberapa waktu lalu, Hariane.com sempat menengok sebentar bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah sejak tahun 2018.

Rumah tradisional Jawa ini tidak serta merta kosong, namun ada beberapa komponen perabot yang tertata rapi. Di belakangnya terdapat bangunan yang berpenghuni.

Sebagian besar bangunan terbuat dari kayu. Sekilas jika dilihat dari jalan, memang tidak ada yang menarik dari bangunan lawas tersebut.

Bangunan limasan dengan macan angop di bagian depan. Kondisi dindingnya pun masih asli, sebagian besar berbahan baku kayu lawas. Namun, di beberapa bagian ada yang rusak karena keropos.

"Dari dulu sampai sekarang bangunannya masih asli. Tidak ada yang diubah sama sekali," kata Penanggung Jawab Kajian Warisan, Kundha Kabudayan Gunungkidul, Hadi Rismanto.

Di dalamnya menyimpan banyak sekali sejarah. Terdapat beberapa set meja kursi jadul. Ada beberapa lincak (tempat tidur), dan satu set gamelan yang selalu digunakan oleh grup kesenian di daerah itu untuk berlatih. Lantai di limasan depan tersebut juga masih berbahan batu (tegel).

Di belakang bangunan limasan ini, terdapat ruangan seperti pringgitan. Terdapat bangunan utama berbentuk limasan dengan beberapa ruang kamar yang dulunya digunakan sebagai ruang kantor para pegawai Onder-District Rongkop. Dinding dan plafon pada bagian ruang utama menggunakan anyaman bambu atau gedhek yang sudah dicat.

“Mulai dari kuncungan, pendapa, longkangan, dalem ageng, gandok nyambung semua. Pada waktu kolonial Hindia Belanda, bangunan depan digunakan sebagai kantor, belakang sebagai tempat tinggal. Tapi setelah itu sampai sekarang bangunan ini digunakan untuk tempat tinggal," katanya.

Lebih lanjut, Hadi mengatakan, secara turun-temurun bangunan eks-onderdistrik tersebut diwariskan oleh Ronodirjo kepada Karyodimejo (abdi dalem Ronodirjo). Kemudian Karyodimejo mewariskan kepada Istiyat yang sampai saat ini sebagai penghuni cagar budaya tersebut.

Pemerintah melalui Kundha Kabudayan memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga dan melestarikan bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Ads Banner

BERITA TERKINI

Digelar di Hari Pertama Idul Fitri, Warga Antusias Berebut Gunungan saat Grebeg Syawal

Digelar di Hari Pertama Idul Fitri, Warga Antusias Berebut Gunungan saat Grebeg Syawal

Senin, 31 Maret 2025
Pertapaan Kembang Lampir dan Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram Islam di Jawa

Pertapaan Kembang Lampir dan Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram Islam di Jawa

Senin, 31 Maret 2025
Sejarah Hari Raya Idul Fitri : Kemenangan Perang Badar dan Perayaan Kaum Jahiliyah

Sejarah Hari Raya Idul Fitri : Kemenangan Perang Badar dan Perayaan Kaum Jahiliyah

Senin, 31 Maret 2025
Layanan Pengelolaan Sampah di Sleman Libur 2 Hari, Masyarakat Diimbau Kurangi Timbulan Sampah

Layanan Pengelolaan Sampah di Sleman Libur 2 Hari, Masyarakat Diimbau Kurangi Timbulan Sampah

Senin, 31 Maret 2025
Pemetaan Jalur Rawan, Pemudik dan Wisatawan Dilarang Melintas di Jalan Cinomati Bantul

Pemetaan Jalur Rawan, Pemudik dan Wisatawan Dilarang Melintas di Jalan Cinomati Bantul

Senin, 31 Maret 2025
Jelang Lebaran, Bupati Sleman Tinjau Pos Pengamanan dan Infrastruktur yang Rusak Akibat Longsor

Jelang Lebaran, Bupati Sleman Tinjau Pos Pengamanan dan Infrastruktur yang Rusak Akibat Longsor

Minggu, 30 Maret 2025
Libur Lebaran Tiba, Suraloka Interactive Zoo Hadirkan Zona Baru dengan Berbagai Spesies Hewan

Libur Lebaran Tiba, Suraloka Interactive Zoo Hadirkan Zona Baru dengan Berbagai Spesies Hewan

Minggu, 30 Maret 2025
Refleksi Idul Fitri 1446 H, Haedar Nashir Ingatkan Umat Muslim Tumbuhkan Jiwa Khalifatullah ...

Refleksi Idul Fitri 1446 H, Haedar Nashir Ingatkan Umat Muslim Tumbuhkan Jiwa Khalifatullah ...

Minggu, 30 Maret 2025
Seorang Warga Girimulyo Sempat Tertimbun Tanah Longsor Selama Satu Jam

Seorang Warga Girimulyo Sempat Tertimbun Tanah Longsor Selama Satu Jam

Minggu, 30 Maret 2025
Pemkab Kulon Progo Dorong Normalisasi Sungai Serang Segera Dilakukan

Pemkab Kulon Progo Dorong Normalisasi Sungai Serang Segera Dilakukan

Minggu, 30 Maret 2025