Besaran Alokasi Dana Subsidi dan BLT BBM 2022 Dipertanyakan, Ternyata Ini Alasannya

HARIANE – Penyaluraan BLT BBM 2022 kini sedang menjadi pusat perhatian publik.

Di mana hadirnya BLT BBM 2022 ini telah memberi sedikit harapan bagi masyarakat setelah diresmikannya harga BBM naik oleh pemerintah.

Namun, diketahui bahwa alokasi dana BLT BBM 2022 ini ternyata menjadi salah satu yang dipertanyakan oleh DPR RI.

Lantas apa alasan alokasi dana BLT BBM 2022 ini dipertanyakan? 

BACA JUGA:  Cara Cek Penerima BLT BBM 2022, Uang Rp 600 Ribu Cair Mulai September

Tanggapan DPR Terkait Alokasi Dana Subsidi 

Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka Senin, 5 September 2022 menyebutkan adanya indikasi kuat tidak transparannya data Biaya Pokok Produksi (BPP) BBM serta alokasi APBN untuk berbagai subsidi.

Mulai dari subsidi energi, subsidi perlindungan sosial dan energi bagi keluarga tidak mampu. 

Sebelumnya DPR mengatakan sudah meminta  Kementerian BUMN menyampaikan secara tertulis terkait lima poin, yaitu:

– BPP crude oil dari Indonesia

– BPP crude oil impor

– Impor crude oil, LPG, dan LNG dari tahun 2011-2022

– Sumber data penerima subsidi energi BBM, LPG dan Listrik termasuk prosedur dan mekanisme, serta indikator dan variabel pendataan yang digunakan sebagai acuan penerima subsidi energi.

– Tunggakan hutang subsidi pemerintah ke pertamina dan PLN.

Namun diketahui hingga hari ini, data-data yang diminta tersebut belum bisa dijelaskan oleh pihak BUMN. 

BACA JUGA:  BBM Resmi Naik, Partai Buruh dan Serikat Pekerja Ancam Demo di Gedung DPR 6 September Mendatang

Tanggapan Seputar Alokasi Dana BLT BBM 2022

Selanjutnya Rieke juga mempertanyakan terkait  anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM.