Kasus covid Surabaya terkini didominasi oleh OTG hingga mengharuskan Pemkot Surabaya bergerak cepat melakukan vaksinasi booster. (Foto: Website/Surabaya)
HARIANE – Kasus covid Surabaya terkini dinilai meningkat signifikan dengan dominasi Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 75 persen.Alhasil terkait kasus covid Surabaya terkini yang berpotensi meningkat, Pemkot Surabaya semakin gencar melakukan sosialisasi dan mendorong masyarakat untuk vaksin booster dosis 3.
Kasus covid Surabaya terkini menjadi fokus prioritas Pemkot Surabaya, mengingat ada prediksi meningkat pada awal Desember 2022
Sempat mengalami ketenangan setelah sekian lama berjuang melawan Covid-19, kini warga Surabaya kemungkinan akan mengalami peningkatan kasus Covid-19 di awal Desember 2022, oleh karena itu masyarakat diimbau tetap ketat mematuhi prokes dan tidak melakukan kegiatan di luar rumah dengan cara berkerumun.Kasus covid Surabaya terkini membuat Pemkot Surabaya gencar melakukan sosialisasi terkait vaksinasi booster. (Foto: Pexels/FRANK MERIÃO)
Mengingat kabar kasus covid Surabaya terkini, sementara masyarakat mematuhi prokes, pihak Pemkot Surabaya semakin masif beri warga vaksin booster secara optimal.
Semakin gencar vaksinasi booster dilakukan, dilatarbelakangi oleh kasus Covid-19 yang aktif didominasi oleh orang gejala ringan hingga OTG yang saat ini melakukan isoman, pasien Covid-19 dengan komorbid mendapat penanganan langsung di rumah sakit, sedangkan pasien OTG dan gejala ringan dengan komorbid terkendali dianjurkan melakukan isolasi mandiri yang ditinjau pihak puskesmas terdekat.
Jumlah kasus Covid-19 aktif Nanik Sukristina selaku Dinkes Surabaya memaparkan per 24 November 2022 tercatat sebesar 615 kasus.
“Dominasi OTG sebanyak 75 persen dan kasus dengan gejala ringan sebanyak 21 persen,” ujar Nanik, pada laman Surabaya.Berdasarkan laman Surabaya, Eri Cahyadi memaparkan terkait pasokan vaksin booster untuk disebarkan ke fasilitas kesehatan di Surabaya.“Kita dikirim, macam-macam jenis. Belum satu jenis, pokoknya yang dikirim apa akan langsung disikat. Insya Allah kita bergerak dengan kecepatan lagi, apalagi lansia sudah diperbolehkan booster kedua,” tutur Eri Cahyadi.Vaksinasi booster pertama untuk lansia Surabaya ditinjau per 24 November 2022, telah mencapai sebanyak 55,25 persen.