Berita

Tak Ada Korban WNI, 88 Pelaku Love Scamming di Batam Siap Didepak Imigrasi

profile picture Tim Red 4
Tim Red 4
Tak Ada Korban WNI, 88 Pelaku Love Scamming di Batam Siap Didepak Imigrasi
Pelaku love scamming di Batam yang merupakan warga negara Tiongkok akan segera dideportasi. (Ilustrasi: Pexels/Monstera Production)

HARIANE - Sebanyak 88 warga negara Tiongkok yang menjadi pelaku love scamming di Batam akan segera dideportasi oleh pihak Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau. 

Kasus penipuan modus cinta di Batam itu terbongkar ketika kepolisian di Kep. Riau menangkap puluhan warga Tiongkok di Batam pada Selasa, 29 Agustus 2023 lalu. 

Dari hasil penipuan love scamming yang dilakukan oleh pelaku, kerugian yang diderita korban mencapai 10.000 yuan atau sekitar Rp 22 milyar.

Deportasi pelaku dilakukan karena pelaku dan korban yang sama-sama orang Tiongkok sehingga akan diserahkan kepada kepolisian di negara asalnya. 

Kasus Love Scamming di Batam Belum ada Korban WNI

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham RI, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Riau, Saffar Muhammad Godam menyebutkan bahwa pihak imigrasi sudah berkoordinasi dengan polisi untuk mendepak pelaku love scamming keluar dari Indonesia. 

“Kita akan berkoordinasi dengan kepolisian di Cina untuk mendeportasi ke 88 orang. Imigrasi juga sudah melakukan pemeriksaan dalam rangka pendeportasiannya,” jelas Godam pada Kamis, 7 September 2023. 

Dari hasil penyelidikan, korban penipuan bermodus cinta ini telah mengalami kerugian hingga sekitar Rp 22 milyar  di mana modus yang biasa digunakan adalah pelaku menipu korban dengan kedok romansa.

Pelaku biasanya menggunakan identitas palsu untuk menggoda korban secara online hingga terbentuk kepercayaan korban terhadap pelaku. Pelaku kemudian akan merayu korban untuk memberikan uang dengan berbagai alasan.

Pelaku love scamming di Batam yang berhasil ditangkap ada 88 orang yang terdiri dari 83 laki-laki dan 5 perempuan. Sementara korbannya hingga saat ini merupakan sesama WN Tiongkok.

Belum ditemukan ada orang Indonesia yang jadi korban tetapi pihak Imigrasi menyebutkan jika ada korban WNI maka pelakunya bisa diproses menurut hukum di Indonesia.

Ads Banner

BERITA TERKINI

Jadwal Pemadaman Listrik Jogja 19 Juni 2024, Berdampak Terhadap ULP Sleman

Jadwal Pemadaman Listrik Jogja 19 Juni 2024, Berdampak Terhadap ULP Sleman

Rabu, 19 Juni 2024 06:59 WIB
Jadwal SIM Keliling Purwakarta Juni 2024, Hadir dari Senin hingga Sabtu

Jadwal SIM Keliling Purwakarta Juni 2024, Hadir dari Senin hingga Sabtu

Rabu, 19 Juni 2024 06:28 WIB
Petasan Meledak di Sanden Bantul, Empat Remaja Luka-luka

Petasan Meledak di Sanden Bantul, Empat Remaja Luka-luka

Rabu, 19 Juni 2024 05:28 WIB
64 Tangki Air Bersih Disalurkan BPBD Gunungkidul ke Warga Terdampak Kekeringan

64 Tangki Air Bersih Disalurkan BPBD Gunungkidul ke Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 18 Juni 2024 20:12 WIB
Jumlah Sapi Kurban di Bantul Menurun, Kambing Justru Meningkat

Jumlah Sapi Kurban di Bantul Menurun, Kambing Justru Meningkat

Selasa, 18 Juni 2024 19:32 WIB
Dua Jamaah Haji Asal Bantul Meninggal Dunia di Tanah Suci

Dua Jamaah Haji Asal Bantul Meninggal Dunia di Tanah Suci

Selasa, 18 Juni 2024 15:56 WIB
Warga Gunungkidul Meraup Untung dari Usaha Kerajinan Aksesoris Pengantin

Warga Gunungkidul Meraup Untung dari Usaha Kerajinan Aksesoris Pengantin

Selasa, 18 Juni 2024 15:04 WIB
Pasca Idul Adha, Jasa Gilingan Daging di Gunungkidul Diserbu Warga

Pasca Idul Adha, Jasa Gilingan Daging di Gunungkidul Diserbu Warga

Selasa, 18 Juni 2024 14:16 WIB
Harga Emas Perhiasan Hari ini Selasa 18 Juni 2024 Naik atau Turun? Berikut ...

Harga Emas Perhiasan Hari ini Selasa 18 Juni 2024 Naik atau Turun? Berikut ...

Selasa, 18 Juni 2024 09:15 WIB
Sempat Turun Tipis, Berapa Harga Emas Antam Hari ini Selasa 18 Juni 2024? ...

Sempat Turun Tipis, Berapa Harga Emas Antam Hari ini Selasa 18 Juni 2024? ...

Selasa, 18 Juni 2024 09:14 WIB