2 Pelaku Penjual Kulit Harimau di Sumatra Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara, Ini Masa Depan Satwa Liar di Indonesia

HARIANE – Dua orang pelaku penjual kulit Harimau di Sumatra berhasil diamankan pihak kepolisian setempat.

Pria inisial A (41 tahun) dan S (44 tahun) ditetapkan sebagai tersangka pelaku penjual kulit Harimau di Sumatra yang terancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda sebesar Rp 100 juta rupiah.

Pelaku penjual kulit Harimau di Sumatra itu diketahui menjual satu lembar kulit beserta tulang belulangnya, dan tanpa gigi taring.

“Kedua tersangka dijatuhi hukuman pidana Pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp100 juta,” ucap Subhan Kepala Balai Penegakkan Hukum Kementerian LHK (Gakkum LHK).

BACA JUGA:  Hasil Sidang Hak Asuh Gala Sky Sudah Diputuskan, H. Faisal: Saya Pikir Nggak Akan Sampai Seperti Ini

Subhan mengatakan berkas perkara kasus penjualan komponen-komponen satwa yang dilindungi tersebut telah lengkap setelah melewati validasi oleh Kejaksaan Tinggi Aceh.

Berkas perkara ini merupakan hasil penyerahan dari Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatra yang sebelumnya menetapkan Is (49 tahun), A dan S sebagai tersangka pada kasus penjualan kulit Harimau Sumatera.

“Adapun Is telah divonis penjara satu tahun enam bulan serta denda sejumlah Rp 100 juta subsidair satu bulan kurungan pada 2 November 2022 oleh Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong,” kata Subhan.

Subhan menambahkan, kasus ini bermula dari kegiatan operasi Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dilaksanakan oleh Tim Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatra bersama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh pada 23 Mei 2022 lalu.

HARIANE.COM menerima rilis dan artikel serta karya fiksi untuk diterbitkan. Dikirimkan malalui email: redaksihariane@gmail.com