Angka Pernikahan Anak di DIY Naik 240 Persen dari Tahun 2019, Ternyata ini Penyebab Utamanya

HARIANE – Angka pernikahan anak di DIY menunjukkan tren peningkatan dari tahun 2019 hingga 2021. Data tersebut merupakan hasil penelitian Kajian Studi Pernikahan Usia Anak oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penyebab angka pernikahan anak di DIY yang mengalami peningkatan cukup signifikan didominasi oleh ketidaktahuan masyarakat soal isi peraturan UU No 16 tahun 2019, pasal 7 ayat (1).

Tingginya angka pernikahan anak di DIY mendorong DP3AP2 khususnya Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk menggencarkan program pendewasaan pernikahan.

Pernikahan yang dilakukan oleh anak di bawah umur memiliki berbagai dampak yang negatif baik dalam aspek kesehatan maupun mental keluarga.

Penyebab Angka Pernikahan Anak di DIY Tinggi Disebutkan Karena Kurangnya Edukasi Masyarakat Terhadap Aturan Undang-undang

angka pernikahan anak di DIY
Salah satu dampak pernikahan anak adalah kurangnya pendidikan yang bisa melahirkan generasi baru keluarga miskin. (Foto: Flickr/Rumah Zakat)

Hasil peneltian Kajian Studi Pernikahan Usia Anak tersebut dipresentasikan secara publik pada Jumat, 16 September 2022 di Kantor DP3AP2 DIY. Disebutkan bahwa pernikahan anak adalah pernikahan yang dilakukan di bawah usia 18 tahun.

Dilansir dari laman Pemda DIY, jumlah pernikahan anak di Yogyakarta pada tahun 2019 adalah 394 kejadian. Angka ini meningkat meningkat sebanyak 240% pada tahun 2020 menjadi 948 pernikahan.