Artikel

Apakah Investasi Emas Batangan Gram Kecil Menguntungkan? Cari Jawabannya di Sini

profile picture Ima Rahma Mutia
Ima Rahma Mutia
Apakah Investasi Emas Batangan Gram Kecil Menguntungkan? Cari Jawabannya di Sini
Apakah Investasi Emas Batangan Gram Kecil Menguntungkan? Cari Jawabannya di Sini
HARIANE – Investasi emas batangan gram kecil mulai banyak dilirik oleh masyarakat Indonesia beberapa waktu terakhir ini.
Salah satu alasan banyak orang yang tertarik dengan investasi emas batangan gram kecil adalah karena harganya yang terjangkau.
Tapi benarkah investasi emas batangan gram kecil itu menguntungkan? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Alasan Investasi Emas Batangan Gram Kecil Sebaiknya Dihindari

harga emas antam hari ini naik
Harga emas Antam hari ini naik Rp 7.000 per gramnya. (Freepik/mamewmy)
Sejak pandemi Covid-19 menyerang, pembahasan seputar investasi mulai merebak ditengah masyarakat Indonesia.
Salah satu investasi yang mulai dilirik adalah investasi emas batangan. Sayangnya, untuk beberapa kalangan investasi emas juga dinilai terlalu mahal.
Apabila harus menabung terlebih dahulu untuk bisa membeli emas batangan dengan berat minimal 5 gram, tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Sehingga banyak yang memilih untuk menabung emas dengan gramasi kecil, seperti 0,1 gram dengan pertimbangan harga yang lebih terjangkau.
Lantas, apakah langkah yang diambil untuk menabung emas kecil tersebut sudah tepat?
Dilansir dari kanal Youtube Halo Emas, ada satu hal yang perlu diketahui sebelum seseorang memutuskan untuk investasi emas, yaitu spread.
Spread adalah selisih antara harga jual dan harga beli emas. Spread juga bisa diartikan sebagai potongan atau kerugian dari harga jual dan harga beli emas.
Misalnya, seseorang membeli emas satu gram seharga Rp 900 ribu, kemudian ia menjual emas tersebut dan laku pada kisaran Rp 750 ribu.
Selisih antara Rp 900 ribu dan Rp 750 ribu yaitu Rp 150 ribu itulah yang disebut dengan spread. Perlu diketahui, spread ini ditentukan oleh gramasi atau berat emas.
Setelah memahami pengertian spread, berikut ini adalah 3 alasan menghindari investasi emas batangan gram kecil :

1. Spread yang Terlalu Besar

Spread harga jual dan harga beli emas dengan gramasi kecil terlalu besar, kurang lebih 25%. Artinya, jika seorang investor berharap minimal balik modal, minimal harga jual emas harus naik sebanyak 25%.
Disamping itu, jika menginginkan keuntungan dari investasi emas dengan gramasi kecil, investor harus menunggu hingga harga emas naik lebih dari 25%.

2. Ada Produk Emas yang Lebih Menguntungkan

tips investasi emas digital
Inilah 5 tips investasi emas digital yang aman dan juga anti ribet. (Unsplash/Austin Distel)
Dibandingkan harus membeli emas fisik dengan gramasi kecil, lebih baik membeli emas fisik dengan gramasi yang lebih besar minimal 3 gram.
Atau bisa juga mencoba untuk investasi di emas digital. Spread emas digital tidak ditentukan dengan gramasi karena tidak dihitung melalui gramasi.
BACA JUGA :
10 Tips Investasi Emas Digital, Lebih Aman dan Anti Ribet!

3. Sudut Pandang

Tidak dapat dipungkiri, beberapa orang memilih untuk membelanjakan uangnya untuk membeli emas gramasi kecil dengan pikiran supaya uang tersebut terpakai dan tidak habis begitu saja.
Namun jika berbicara mengenai untung atau rugi, maka harus dilihat dari segala sisi, salah satunya tujuan dari penjualan emas.
Jika seseorang memiliki tabungan emas puluhan tahun hingga nilainya mencapai ratusan gram, kemudian dijual dengan tujuan untuk merenovasi rumah hal ini bisa dinilai menguntungkan.
Namun jika emas tersebut dijual untuk mendapatkan uang, kemudian uang tersebut digunakan untuk membeli emas kembali, justru hal ini bisa dinilai rugi.
Alasannya adalah, uang hasil penjualan emas tadi tidak dapat membeli emas dengan berat dan kualitas yang sama.
Bagi yang ingin investasi emas batangan gram kecil, ada baiknya untuk mempertimbangkan hal-hal lain seperti spread. ****
1
Ads Banner

BERITA TERKINI

Dirawat di Rumah Sakit Jeddah, Seorang Jamaah Haji Asal Gunungkidul Belum Bisa Pulang

Dirawat di Rumah Sakit Jeddah, Seorang Jamaah Haji Asal Gunungkidul Belum Bisa Pulang

Senin, 22 Juli 2024 21:50 WIB
Wanda Hara Minta Maaf Pakai Cadar di Kajian Ustadz Hanan Attaki : Ini ...

Wanda Hara Minta Maaf Pakai Cadar di Kajian Ustadz Hanan Attaki : Ini ...

Senin, 22 Juli 2024 20:48 WIB
Mahasiswa KKN UGM Pasang Teknologi Permanen Air Hujan Guna Atasi Krisis Air Bersih ...

Mahasiswa KKN UGM Pasang Teknologi Permanen Air Hujan Guna Atasi Krisis Air Bersih ...

Senin, 22 Juli 2024 20:19 WIB
Jamin Keamanan Konsumsi Obat dan Makanan di Sleman, Pemkab Sleman Kerjasama Dengan BPOM ...

Jamin Keamanan Konsumsi Obat dan Makanan di Sleman, Pemkab Sleman Kerjasama Dengan BPOM ...

Senin, 22 Juli 2024 19:36 WIB
10 Anak Dibawah Umur Diduga Jadi Korban Pelecehan Oleh Guru Ngaji di Gunungkidul

10 Anak Dibawah Umur Diduga Jadi Korban Pelecehan Oleh Guru Ngaji di Gunungkidul

Senin, 22 Juli 2024 19:24 WIB
Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-54, Kajati DIY Ingatkan Prioritaskan Penegakan Hukum

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-54, Kajati DIY Ingatkan Prioritaskan Penegakan Hukum

Senin, 22 Juli 2024 18:58 WIB
Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, Ini Pencapaian Kejaksaan Selama Setahun

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, Ini Pencapaian Kejaksaan Selama Setahun

Senin, 22 Juli 2024 18:16 WIB
Pemkab Gunungkidul Bangun Shelter Pengungsian di Wilayah Rawan Bencana

Pemkab Gunungkidul Bangun Shelter Pengungsian di Wilayah Rawan Bencana

Senin, 22 Juli 2024 18:14 WIB
Sepekan Operasi Patuh Progo, Ribuan Kendaraan Terjaring Razia di Bantul

Sepekan Operasi Patuh Progo, Ribuan Kendaraan Terjaring Razia di Bantul

Senin, 22 Juli 2024 18:05 WIB
Pemda dan Polda DIY Bongkar Tambang Ilegal di Gunungkidul

Pemda dan Polda DIY Bongkar Tambang Ilegal di Gunungkidul

Senin, 22 Juli 2024 18:03 WIB