Kebijakan Lockdown Zero Covid di China Menuai Protes, Berkaitan dengan Tragedi Kebakaran di Urumqi yang Tewaskan 10 Orang
HARIANE - Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan aksi protes kebijakan lockdown Covid di China yang diikuti oleh banyak masyarakat kota dan mahasiswa dari berbagai kampus di China seperti yang diwartakanThe Guardian.Aksi protes kebijakan lockdown zero Covid di China ini berakar dari kemarahan yang meluas atas lockdown Covid-19 ketat yang telah diberlakukan di China di 3 tahun terakhir.Potret Mass Aksi Protes Kebijakan Lockdown Zero Covid di China. (Foto: Twitter/ businessbasiic)Tak hanya melakukan aksi protes kebijakan lockdown zero Covid di China, massa di kota Shanghai juga menyerukan pencopotan Presiden Xi Jinping dari jabatannya. Hal ini dinilai sangat berani karena biasanya orang China sangat menahan diri untuk mengkritik pemerintahan dan partai yang sedang berkuasa."Partai Komunis! Mengundurkan diri! Xi Jinping! Mengundurkan diri!," teriak massa aksi protes di Shanghai.
Kebijakan Lockdown Zero Covid di China Dianggap Melanggar Kebebasan
Kebijakan Lockdown Zero Covid di China Dianggap Mengekang Kebebasan. (Foto: Twitter/ christopherjing)Di tempat yang berbeda, massa aksi protes kebijakan lockdown zero Covid juga meneriakkan keinginan untuk bebas dari belenggu tes PCR Covid-19."Tidak ada lagi tes PCR, kami ingin kebebasan!," teriak massa.
Tragedi Saat Penerapan Kebijakan Lockdown Zero Covid di China
Tak hanya mengekang kebebasan, aksi protes ini juga dilatarbelakangi oleh tragedi kebakaran di Urumqi saat kebijakan lockdown zero covid tengah berlangsung.Tragedi kebakaran tersebut menewaskan 10 orang dan membuat 9 orang lainnya luka-luka akibat tidak bisa melarikan diri di tengah lockdown yang diperketat.Atas tragedi tersebut banyak orang yang melakukan aksi solidaritas dengan menghidupkan ratusan lilin dengan papan karton yang berisi ungkapan duka terhadap korban tragedi kebakaran di Urumqi.