Apa itu virus Marburg? Berikut gejala dan cara pencegahannya. (Ilustrasi: Freepik/freepik)
Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi dengan kontak langsung melalui kulit yang rusak atau selaput lendir, darah, sekresi, organ atau cairan tubuh orang lain yang terinfeksi, dan dengan permukaan bahan seperti alas tidur dan pakaian yang terkontaminasi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Tenaga medis yang menangani kasus ini secara langsung juga dapat berpotensi tertular apabila terjadi kontak dekat dengan pasien dan tidak dilakukan pengendalian dengan ketat.Virus yang ditularkan melalui peralatan injeksi yang terkontaminasi atau melalui luka jarum suntik dapat menyebabkan penyakit semakin parah, kerusakan yang lebih cepat, hingga kemungkinan rasio kematian bertambah.Proses pemakaman dengan kontak langsung dengan jenazah juga dapat menjadi penyebab tertular MVD.
Pengobatan
Wabah virus Marburg dengan rasio kematian hingga 88 persen ternyata ditularkan lewat kelelawar. (Ilustrasi: Pixabay/bhossfeld)Walaupun belum terdapat vaksin atau antivirus yang khusus dibuat untuk menetralkan virus ini, tapi, beberapa cara pengobatan yang efektif dapat dilakukan.Pengobatan dengan perawatan suportif (rehidrasi dengan cairan oral atau intravena) dan pengobatan gejala spesifik dapat meningkatkan kelangsungan hidup.Beberapa antibodi dan antivirus masih terus dikembangkan hingga saat ini.Misalnya Remdesivir dan Favipiravir yang telah digunakan dalam studi klinis Penyakit Virus Ebola (EVD).
Pencegahan
Pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit ini bisa dilakukan dengan beberapa hal.1. Mengurangi resiko tertular dari kelelawar dengan mengurangi kontak dan menggunakan pelindung seperti sarung tangan dan masker.