Darurat TPST Piyungan Overload, Masyarakat Bantul Berpotensi Timbulkan Sampah Ratusan Ton Per Hari

HARIANE – Masalah TPST Piyungan overload terus mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Bantul.

Salah satu masalah TPST Piyungan overload adalah produksi sampah yang melebihi kapasitas penampungan yang tersedia.

Untuk mengatasi masalah TPST Piyungan overload, salah satu upaya yang mulai digencarkan Pemkab Bantul adalah mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah.

TPST Piyungan Overload, Pemkab Bantul Harap Ada TPST Kecil di Setiap Kalurahan

TPST piyungan ditutup
TPTS Piyungan ditutup menyebabkan tumpukan sampah terbengkalai di beberapa wilayah Yogyakarta. (Foto: Twitter/Merapi_uncover)

Pemkab Bantul terus melakukan upaya untuk meminimalisir pembuangan sampah di TPST Piyungan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terus menggencarkan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan kalurahan agar Kabupaten Bantul tidak bergantung membuang sampah di TPST Piyungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho menyebutkan, setidaknya rata-rata sampah di TPST Piyungan yang masuk setiap bulannya mencapai 734 ton.

Hal tersebut tentu menjadi perhatian terutama bagi Pemkab Bantul. Ari mengatakan untuk mengurangi kondisi sampah di TPST Piyungan yang kian darurat harus mulai dikelola dari sumber sampah itu sendiri.

BACA JUGA:  Kontes Guppy di Bantul 27 dan 28 Agustus 2022, Memperebutkan Piala Bupati
Masjid Al Jabbar Jadi Kolam dan Banyak Sampah
Ilustrasi sampah rumah tangga di TPST. (Ilustrasi: Instagram/ridwankamil)

HARIANE.COM menerima rilis dan artikel serta karya fiksi untuk diterbitkan. Dikirimkan malalui email: redaksihariane@gmail.com