Kemenag Ajukan Penambahan Kuota Haji 2023, Ini Persiapan yang Harus Dilakukan

HARIANE – Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa Kemenag mengajukan penambahan kuota haji 2023 kepada pihak Arab Saudi.

Pihak Kemenag mengajukan penambahan kuota haji 2023 hingga 100 persen setelah sebelumnya Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 100.051 orang atau berkurang setengahnya dari kuota 2019.

Penambahan kuota haji 2023 berdampak pada persiapan yang harus semakin matang dari tahun sebelumnya.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Terkait Penambahan kuota haji 2023 ?

BACA JUGA:  Beredar Kabar Penambahan Kuota Haji dari Arab Saudi untuk Indonesia, Ini Faktanya

Dilansir dari laman resmi Kemenag, Menag Yaqut Cholil berpesan kepada jajarannya untuk meningkatkan pelayanan haji 2023 agar lebih matang dan detail agar tidak banyak hal yang terlewatkan.

“Untuk itu ke depan saya minta harus ada banyak inovasi. Seperti jaket pendingin yang tahun ini sudah dicoba mungkin perlu diadakan untuk para petugas di lapangan. Demikian juga layanan fast track bisa diperbanyak tak hanya di Jakarta, tapi bisa di Jateng dan Jatim. Rakernas jangan hanya acara seremoni,” pernyataan Menag dilansir dari laman Kemenag, Jumat, 2 September 2022.

Penyelenggaraan haji 2023 diharapkan mampu dikolaborasikan dengan transformasi besar Arab Saudi lewat Saudi Vision 2030.

Kemenag juga menggelar Pra Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan mengumpulkan masukan dari berbagai kalangan untuk merumuskan kebijakan terbaik yang akan diambil pada 2023.

Dinamika pembiayaan haji, rekrutmen petugas profesional berbasis kompetensi, bimbingan manasik kontemporer, layanan penerbangan yang kompetitif dan pengelolaan asrama haji yang profesional, serta efektivitas dan efisiensi layanan haji di masyair dan optimalisasi pelayanan haji khusus dan pengelolaan visa haji mujamalah mulai dibahas melalui Rakernas.