Berita

Ini Peran 3 Tersangka Baru Kasus Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2

profile picture Ima Rahma Mutia
Ima Rahma Mutia
perampokan toko jam tangan mewah di PIK
Inilah peran tiga tersangka baru dalam kasus perampokan toko jam tangan mewah di PIK 2. (PMJ)

HARIANE – Setelah menangkap HK, Polisi kembali memangkap 3 pelaku lainnya yang memiliki kaitan dengan aksi perampokan toko jam tangan mewah di PIK 2, Tangerang.

Ketiga tersangka yaitu MAH, DK, dan TFZ. Mereka diciduk aparat di lokasi yang berbeda-beda di Jawa Barat.

Tiga tersangka ditangkap di tempat yang berbeda-beda. Rata-dara dari Jawa Barat semua,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.

Penangkapan tiga tersangka baru tersebut berkat pengembangan yang dilakukan penyidik setelah berhasil menangkap pelaku utama, yaitu HK.

Peran 3 Tersangka Baru dalam Kasus Perampokan Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra menyebut ketiga tersangka baru dalam kasus perampokan toko jam tangan mewah di PIK 2 berperan sebagai penadah.

Salah satu dari tiga penadah tersebut berstatus sebagai adik dari tersangka HK. Sementara dua lainnya teman bermain tersangka utama.

“Salah satu di antara penadah adalah adik ipar tersangka,” ujar Kombes Pol Wira Satya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tersangka HK berhasil menggasak 18 jam tangan mewah berbagai merk yang nilainya mencapai Rp 14 miliar.

Jam tangan mewah yang berhasil digasak antara lain 6 buah Audemars Piguet, 2 buah Patek Philippe dan 10 Rolex.

Rencananya, tiga penadah akan menjual enam jam tangan tersebut. Sementara dua belas lainnya dijual sendiri oleh tersangka HK.

“Jadi rencananya ada 6 jam tangan mewah yang akan dimintai kepada 3 tersangka untuk dijadikan. Dan 12 jam tangan lainnya rencananya akan dijual juga oleh tersangka HK,” tutur Kombes Pol Ade Ary.

Ads Banner

BERITA TERKINI

Demo PKL Teras Malioboro 2, Minta Pemerintah Tunda Relokasi Sebelum Ada Komunikasi

Demo PKL Teras Malioboro 2, Minta Pemerintah Tunda Relokasi Sebelum Ada Komunikasi

Rabu, 17 Juli 2024 22:48 WIB
Bukan Mabuk, Pria Ngamuk di RS Semarang Ternyata Jalani Perawatan Gangguan Jiwa

Bukan Mabuk, Pria Ngamuk di RS Semarang Ternyata Jalani Perawatan Gangguan Jiwa

Rabu, 17 Juli 2024 22:38 WIB
PDI-P dan Demokrat Sepakat Berkoalisi di Pilkada 2024 Gunungkidul

PDI-P dan Demokrat Sepakat Berkoalisi di Pilkada 2024 Gunungkidul

Rabu, 17 Juli 2024 22:31 WIB
Gempur Rokok Ilegal di Warung Kelontong, Pemerintah Kota Yogyakarta Lakukan Operasi Gabungan

Gempur Rokok Ilegal di Warung Kelontong, Pemerintah Kota Yogyakarta Lakukan Operasi Gabungan

Rabu, 17 Juli 2024 20:48 WIB
Polresta Yogyakarta Berhasil Ungkap 9 Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Polresta Yogyakarta Berhasil Ungkap 9 Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Rabu, 17 Juli 2024 20:07 WIB
Terdampak Aturan Zonasi, SMP Swasta di Sanden Bantul Cuma Terima Satu Siswa

Terdampak Aturan Zonasi, SMP Swasta di Sanden Bantul Cuma Terima Satu Siswa

Rabu, 17 Juli 2024 15:35 WIB
Tersangka Dugaan Pungli di Lapas Cebongan Segera Diekspos

Tersangka Dugaan Pungli di Lapas Cebongan Segera Diekspos

Rabu, 17 Juli 2024 12:33 WIB
Island Vibes Reggae Part Mampir ke Jogja 17 Juli 2024 Ini

Island Vibes Reggae Part Mampir ke Jogja 17 Juli 2024 Ini

Rabu, 17 Juli 2024 11:31 WIB
Harga Emas Antam Hari ini Rabu 17 Juli 2024, Naik Lagi atau Turun?

Harga Emas Antam Hari ini Rabu 17 Juli 2024, Naik Lagi atau Turun?

Rabu, 17 Juli 2024 08:51 WIB
Harga Emas Perhiasan Hari ini Rabu 17 Juli 2024 Naik atau Turun? Cek ...

Harga Emas Perhiasan Hari ini Rabu 17 Juli 2024 Naik atau Turun? Cek ...

Rabu, 17 Juli 2024 08:51 WIB