Saat memasuki gua, pengunjung seakan berada di dalam sebuah aula karena luasnya pelataran yang tersedia. Langit-langit gua dihiasi stalaktit, meskipun banyak di antaranya sudah tidak aktif dan tidak lagi meneteskan air.
Gua ini memiliki nilai sejarah, karena pernah digunakan sebagai tempat persembunyian dan rapat Laskar Mataram dalam menyusun strategi melawan penjajah Belanda. Nama Gua Rancang Kencono sendiri diambil dari kisah sejarah tersebut.
4. Gua Cokro
Berada di Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Gua Cokro memiliki kedalaman vertikal 18 meter dan diameter sekitar 1 meter. Gua ini menyuguhkan keindahan alami yang menakjubkan.
Selain memiliki stalaktit dan stalagmit, di dalam gua ini juga terdapat batuan karst speleothem dengan motif yang menarik. Salah satu motif yang terbentuk bahkan hampir menyerupai pola batik.
Jika beruntung, pengunjung yang masuk ke dalam gua akan menyaksikan cahaya matahari yang menembus hingga dasar gua, menciptakan pemandangan yang sangat indah.
5. Gua Jomblang
Masyarakat pasti sudah tidak asing lagi dengan Gua Jomblang, atau yang juga dikenal sebagai Luweng Jomblang. Terletak di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, lokasi gua ini dapat ditempuh dalam waktu 2 jam dari Kota Yogyakarta atau 30 menit dari Kota Wonosari.
Berdasarkan sejarah, Gua Jomblang terbentuk sejak ribuan tahun lalu akibat proses geologi yang menyebabkan tanah dan vegetasi di atasnya ambles. Fenomena ini menciptakan sebuah sinkhole atau luweng. Di dalam luweng tersebut, terdapat hutan purba yang masih ditumbuhi berbagai jenis tanaman langka.
Selain itu, di dalam gua juga terdapat aliran sungai bawah tanah.
Pengunjung yang beruntung dapat menyaksikan pancaran cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah gua, menciptakan efek cahaya yang sering disebut sebagai "cahaya surga."
Itulah beberapa destinasi wisata gua yang ada di Kabupaten Gunungkidul.****