Artikel

Kenali Informasi Seputar Sindrom Depresi pasca-Avatar, Sindrom yang Kerap Muncul Setelah Menonton Film Avatar

profile picture Fadila Nur
Fadila Nur
Kenali Informasi Seputar Sindrom Depresi pasca-Avatar, Sindrom yang Kerap Muncul Setelah Menonton Film Avatar
Sindrom Depresi pasca-Avatar Mulai Muncul Tahun 2010. (Foto: Twitter/ WatchmenID)
Fenomena ini muncul berkat teknologi terbaik yang digunakan James Cameron dalam penciptaan film ini.
sindrom depresi pasca-avatar
Potret Cuplikan Adegan Avatar: The Way of Water. (Foto: Twitter/ WatchmenID)
"Dibutuhkan teknologi terbaik kami untuk menciptakan dunia virtual ini, dan kehidupan nyata tidak akan pernah menjadi utopis seperti yang terlihat dilayar. Itu membuat kehidupan nyata tampak lebih tidak sempurna," ujar psikiater Dr Stephen Quenstzel.
Sehingga, setelah menonton film ini, kebanyakan orang akan merasa khawatir dengan masa depan bumi yang semakin hari semakin kritis.
BACA JUGA :
Durasi Avatar 2 The Way of Water Capai 3 Jam Lebih, Berikut Sinopsis Menarik Film Ini

Cara Mencegah Munculnya Sindrom Depresi pasca-Avatar

Menurut Ancient Forest Alliance selaku organisasi nirlaba perlindungan hutan tua Kanada, ada tiga langkah alami untuk mencegah sindrom ini.
"Keluar dan alami alam, ambil tindakan untuk mempertahankan alam, dan buat orang lain melakukan hal yang sama," ujarnya.
Untuk itu, penggemar film ini pun secara bersama-sama melakukan langkah kecil untuk melindungi alam seperti mulai berbagi kiat tentang cara mengurangi konsumerisme dan  pemborosan, dan langkah lainnya untuk melindungi alam.
"Bagi saya, depresi pasca-Avatar berat karena saya memiliki rekam jejak untuk mencoba melarikan diri dari kenyataan saya. Tapi daripada hanya memiliki keinginan itu, saya pikir lebih baik untuk membuat dunia yang kita tinggali menjadi tempat yang lebih baik," ujar salah satu penggemar Avatar.****
 
Ads Banner

BERITA TERKINI

Deretan Tempat Makan Legendaris di Gunungkidul yang Patut Dicoba

Deretan Tempat Makan Legendaris di Gunungkidul yang Patut Dicoba

Kamis, 03 April 2025
Motif Pembunuhan Sadis di Cimahi, Jasad Membusuk dengan Gunting Tertancap di Leher

Motif Pembunuhan Sadis di Cimahi, Jasad Membusuk dengan Gunting Tertancap di Leher

Kamis, 03 April 2025
Jungwok Blue Ocean, Santorininya Gunungkidul yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Jungwok Blue Ocean, Santorininya Gunungkidul yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Kamis, 03 April 2025
Harga Emas Antam Hari ini Kamis 3 April 2025 Meroket, Naik Rp 17 ...

Harga Emas Antam Hari ini Kamis 3 April 2025 Meroket, Naik Rp 17 ...

Kamis, 03 April 2025
Pesona Wisata Pagi Gunungkidul, Hunting Sunrise di Gunung Ireng

Pesona Wisata Pagi Gunungkidul, Hunting Sunrise di Gunung Ireng

Kamis, 03 April 2025
Harga Emas Perhiasan Hari ini Kamis 3 April 2025 Naik atau Turun? Cek ...

Harga Emas Perhiasan Hari ini Kamis 3 April 2025 Naik atau Turun? Cek ...

Kamis, 03 April 2025
Bahaya Rip Current, Ini Spot yang Perlu Diwaspadai Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul

Bahaya Rip Current, Ini Spot yang Perlu Diwaspadai Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul

Kamis, 03 April 2025
18 Puskesmas di Jogja Beroperasi 24 Jam Selama Libur Lebaran, Berikut Daftarnya

18 Puskesmas di Jogja Beroperasi 24 Jam Selama Libur Lebaran, Berikut Daftarnya

Kamis, 03 April 2025
Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Masuk Parit di Jalan Jogja-Wonosari

Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Masuk Parit di Jalan Jogja-Wonosari

Rabu, 02 April 2025
Menjelajahi Padukuhan Wota-Wati di Sisi Timur Gunungkidul, Bak Tinggal di Kerajaan Majapahit

Menjelajahi Padukuhan Wota-Wati di Sisi Timur Gunungkidul, Bak Tinggal di Kerajaan Majapahit

Rabu, 02 April 2025