Berita
KTT G7 2023 Akan Digelar Minggu Depan, Isu Paksaan Ekonomi China dan Perang Ukraina Menjadi Bahasan Penting
Negara anggota G7 ingin bersatu untuk pembalasan Ukraina dengan mendukung pengiriman senjata, dukungan politik dan finasial kepada Ukraina.
Disamping itu pembahasan Nuklir juga diangkat dalam KTT G7 2023. Perdana Menteri, Fumio Kishida, tidak sembarangan memilih Hiroshima sebagai tempat pelaksanaan.
Seperti yang diketahui, bahwa Hiroshima menjadi kota yang pernah dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat pada Perang Dunia Kedua 6 Agustus 1945.
Hal itu yang membuat Kishida ingin pelucutan senjata nuklir dan non-poferasi menjadi agenda utama dalam pertemuan G7 tahun ini.
sebelumnya, Rusia telah memberikan wacana bahwa senjata nuklir dapat saja digunakan untuk menyerang Ukraina serta Korea Utara yang beberapa kali uji coba rudal balistik.

Peningkatan yang pesat dalam kecerdasan buatan (AI) juga akan menjadi bahasan puncak. PM Jepang, Fumio Kishida, mengatakan Jepang ingin memimpin dalam membuat aturan untuk menggunakan AI sebagai ketua G7.
“AI memiliki potensi untuk mengubah ekonomi dan masyarakat secara positif, dan (itu juga memiliki) risiko,” ujarnya.
Para Menteri digital G7 telah bertemu pada bulan April dan setuju untuk mengadopsi kebijakan AI yang berbasis resiko dan lebih humanis.
Bahasan yang akan diangkat tidak hanya itu, perubahan iklim, kesehatan global, inflasi, serta keamanan konsumsi yang menjadi dampak peperangan Ukraina juga akan diangkat.