Idul Fitri 1444H
Sejarah Tellasan Topak, Tradisi Perayaan Masyarakat Madura Tiap 8 Syawal

HARIANE – Tellasan Topak atau bisa juga disebut dengan lebaran ketupat adalah perayaan khas masyarakat Madura yang dilakukan pada tanggal 8 Syawal setiap tahunnya.
Masyarakat Madura merayakan lebaran ketupat ini sebagai wujud rasa syukur usai melaksanakan puasa sunnah Syawal selama 6 hari, yaitu mula tanggal 2 – 7 Syawal.
Sebenarnya, perayaan lebaran ketupat ini sama seperti yang dilakukan oleh masyarakat jawa pada umumnya. Tapi bagaimana sih sejarah awal mulanya?
Sejarah Tellasan Topak di Madura
Dilansir dari NU Online, lebaran ketupat pertama kali diperkenalkan oleh salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Bonang atau Sayyid Makhdum Ibrahim pada abad 15 Masehi.
Perayaan tersebut kemudian diperkenalkan di Madura oleh Sunan Padusan atau raden Bendoro Dwiryopodho dan Pangeran Katandur atau Sayyid Baidhawi.
Dan oleh masyarakat madura, lebaran ketupat disebut dengan Tellasan Topak. Penyebutan tersebut lantaran hidangan yang disajikan menggunakan ketupat yang dianyam dari daun kelapa berbentuk persegi empat.
Masyarakat Madura merayakan hari istimewa tersebut dengan menganyam ketupat bersama-sama di suatu tempat.
Setelah masakan matang, mereka kemudian saling tukar makanan atau hidangan ketupat yang beragam dari rumah ke rumah.
Selain itu, hidangan tersebut juga disedekahkan ke masjid atau musholla atau kepada masyarakat yang berkumpul untuk melakukan tahlil.
Lebaran Ketupat Dalam Perspektif Islam
Secara seremonial, lebaran ketupat memang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah, sahabat maupun tabi’in, dan memang bukan ajaran Islam.