Tafsir Surat Al Qadar Ayat 1-5 Menurut Quraish Shihab, Begini Ciri Muslim yang Mendapatkan Lailatul Qadar
Baru kemudian dari langit dunia ke Nabi Muhammad SAW secara nazzala selama dua puluh dua tahun.
2. Arti Lailatul Qadar Terlalu Hebat untuk Dipahami Manusia
Ayat kedua surat Al Qadar yang berbunyi wa maa adraka maa lailatul qadr memiliki arti ‘dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?’Menurut Abi, pertanyaan dalam ayat ini maksudnya adalah bentuk pertanyaan kiasan. Tujuannya adalah menjelaskan bahwa jawaban atau makna dari ayat tersebut tidak terjangkau oleh nalar manusia.
Malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang begitu besar yang batasnya tidak bisa diukur oleh manusia.“Kecuali jika diberitahu oleh Rasul,” ujar Quraish Shihab.
3. Seribu Bulan Memiliki Arti Kuantiti yang Banyak
Tafsir surat Al Qadar ayat 1-5 menjelaskan arti dari kebaikan lebih dari seribu malam. (Foto: YouTube/Najwa Shihab)Salah satu keutamaan Lailatul Qadar adalah malam yang memiliki kebaikan lebih baik daripada seribu bulan. Banyak yang menafsirkan bahwa kebaikan malam Lailatul Qadar setara dengan kebaikan 82 tahun.Namun, Abi Quraish memiliki tafsir surat Al Qadar ayat 1-5 yang lain. Menurutnya, istilah seribu bulan tidak ditafsirkan secara harfiah melainkan sekedar untuk menjelaskan kuantitas yang banyak.Istilah ‘bulan’ juga tidak ditafsirkan dalam konteks waktu. Melainkan perjalanan hidup manusia dianalogikan seperti bulan.Manusia hadir dari ketiadaan, kemudian tumbuh menjadi bayi, menjadi dewasa, kemudian turun dan hilang. Sama seperti siklus bulan yang muncul sedikit, menjadi purnama, kemudian mengecil kembali.