Berita , D.I Yogyakarta
Terapkan Pengelolaan Sampah Secara Mandiri, Gerakan Bersih Sekolah Dilaunching di SMP Negeri 5 Yogyakarta

HARIANE - Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan Gerakan Sekolah Bersih di SMP Negeri 5 Yogyakarta pada Rabu, 26 Februari 2025, sebagai langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah.
Gerakan ini merupakan kebijakan dari Wali Kota Yogyakarta sebagai rangkaian kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari 2025, di mana satuan pendidikan/sekolah dapat lebih berperan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dengan mengelola sampah secara baik.
Selain itu, gerakan ini juga bertujuan untuk menunjukkan peran sekolah dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar sekolah serta menjadi bagian dari pembentukan karakter perilaku hidup tertib, sehat, dan bersih.
Meskipun diluncurkan di SMP Negeri 5 Yogyakarta, gerakan ini dilaksanakan di seluruh sekolah di Kota Yogyakarta, mulai dari 230 TK/RA, 165 SD/MI, 66 SMP/MTs, dan 73 SMA/SMK/MA.
“Ini langkah konkret Pemerintah Kota Yogyakarta bahwa kita serius menangani sampah. Jadi, kita juga menggerakkan sekolah-sekolah SMP. Kita juga bekerja sama dengan Pemda (DIY) agar SMA/SMK ikut dalam Gerakan Sekolah Bersih,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, Rabu (26/2/2025).
Ia mengatakan bahwa gerakan ini bertujuan menggugah kesadaran masyarakat bersama Pemkot Yogyakarta dan pemangku kepentingan untuk mengelola sampah, memilah, dan mengurangi sampah guna mewujudkan Kota Yogyakarta yang lestari.
Gerakan yang dilaksanakan di sekolah hingga 200 meter di sekitar sekolah ini juga menjadi upaya dalam menumbuhkan budaya mengelola sampah sejak usia dini.
“Dengan menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak kecil, diharapkan siswa menjadi agen perubahan,” ujarnya.
SMP Negeri 5 sendiri dipilih sebagai lokasi peluncuran Gerakan Sekolah Bersih karena menjadi percontohan pengelolaan sampah secara mandiri menggunakan mesin incinerator.
Terkait hal itu, Wawan mengapresiasi adanya kegiatan Zero Trash Community (Zetra) Pawitikra di SMP Negeri 5 Yogyakarta yang melakukan pengelolaan sampah.
“Mulai dari pengurangan sampah di sekolah, budaya mengenai penanganan sampah. Di SMP 5 ini sudah ada penanganannya, ada incinerator kecil untuk internal sekolah,” terangnya.
Kepala SMP Negeri 5 Yogyakarta, Siti Arina Budiastuti, menyampaikan bahwa selama ini sekolah tersebut sudah mengelola sampah secara mandiri melalui pemilahan sampah dan penggunaan mesin incinerator dengan teknologi carbonizer yang tidak menimbulkan emisi seperti dioksin, furan, maupun sulfur dioksida ke lingkungan.