Berita , D.I Yogyakarta
Terapkan Pengelolaan Sampah Secara Mandiri, Gerakan Bersih Sekolah Dilaunching di SMP Negeri 5 Yogyakarta

“Kami sudah masuk tahun kedua untuk pengelolaan sampah. Kami memiliki garda Zetra Pawitikra. Seluruh siswa di sini setiap hari sudah memilah sampah dan setor sampah tiap hari Jumat oleh tim sekolah, yang terdiri dari guru, karyawan, termasuk kepala sekolah,” terang Rina.
Pengelolaan sampah di SMP Negeri 5 Yogyakarta dilakukan dengan pemilahan, di mana sampah organik dikelola sekolah, sedangkan sampah anorganik disetor ke bank sampah.
Kemudian, untuk sampah residu diolah menggunakan mesin incinerator dengan kapasitas 50-70 kg dan hasilnya menyusut menjadi sekitar 10 persen berupa briket arang untuk bahan bakar. Hasil briket arang tersebut juga sudah dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menambahkan bahwa implementasi selanjutnya dari Gerakan Sekolah Bersih mencakup kerja bakti rutin di lingkungan sekolah dan sekitarnya, lomba kebersihan sekolah, serta lomba konten kebersihan sekolah.
“Kegiatan bersih sekolah ini dilakukan serentak di seluruh sekolah. Gerakan kebersihan ini bertujuan agar sekolah bisa mengelola sampah dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kerja bakti rutin rencananya dilakukan setiap dua minggu sekali. Gerakan ini merupakan wujud bahwa sektor pendidikan peduli terhadap pengelolaan sampah serta perilaku hidup sehat dan bersih,” pungkasnya.****