Berita , Jabar
Bayi di Tasikmalaya Meninggal Dunia Akibat Pelayanan Buruk dari Klinik, Sempat Dijadikan Konten Tanpa Seijin Orang Tua
Kemudian pukul 20.00 WIB, NA kembali ke klinik tersebut lantaran badannya sudah lemas. Namun bidan yang menangani justru main hp dan bilang akan memeriksa NA pukul 24.00 WIB.
Namun pukul 22.00 WIB NA melahirkan dan saat proses melahirkan bidan tersebut masih main hp dan membiarkan mahasiswa praktek yang menanganinya.
Saat bayi lahir, beratnya dibawah normal yaitu 1,7 kg. Bayi malang tersebut kemudian ditaruh dalam inkubator di klinik tersebut dalam keadaan memakai baju dan sarung tangan.
Pihak keluarga juga sempat bertanya apakah bayi tersebut perlu diberi asi, namun jawaban dari pihak klinik belum bisa karena kondisi nafas sang bayi yang kurang baik.
Empat jam setelahnya, barulah bidan membawa bayi tersebut untuk disusui oleh NA setelah sang suami membangunkan bidan yang saat itu dikabarkan tengah tidur.
Pada 14 November 2023 pukul 07.00 WIB, bayi tersebut kemudian dimandikan oleh bidan dengan waktu yang sangat lama.
Proses memandikan bayi tersebut bahkan baru selesai pukul 08.30 WIB dan pihak klinik memberitahukan bahwa ibu dan anak sudah boleh pulang.
Orang tua korban sempat curiga namun bidan klinik tersebut meyakinkan kalau bayi dalam keadaan sehat dan normal sehingga tidak perlu dibawa ke Rumah Sakit.
Sebelum pulang, keluarga bayi kemudian diminta untuk membayar satu juta rupiah. Namun anehnya pihak klinik tidak memberikan kwitansi bukti pembayaran.
Kemudian pukul 21.00 WIB ibu korban histeris saat mendapati sang bayi tidak bergerak. Mereka kemudian membawa bayi itu ke klinik A dan sang bayi dinyatakan meninggal dunia.
Tak ingin menyerah, orang tua bayi tersebut kemudian ke IGD RS Jasa Kartini dan petugas kesehatan yang menangani korban kaget saat tahu berat bayi tersebut ternyata hanya 1,5 kg.