Waspada! Kasus DBD Meningkat Imbas Peralihan Musim, Berikut Tips Pencegahan dan Pertolongan Awal Penderita Menurut Kemenkes

HARIANE – Kasus DBD meningkat di beberapa daerah di Indonesia karena adanya peralihan antara musim panas dengan musim penghujan.

Kasus DBD meningkat juga dialami oleh daerah Pekanbaru, Riau. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy dalam laman resmi Pemerintah Pekanbaru.

Kasus DBD meningkat banyak terjadi di wilayah yang kurang menjaga kebersihan lingkungannya. Karenanya, perlu dilakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah semakin banyaknya penyebaran penyakit ini.

DBD atau Demam Berdarah Dengue sendiri adalah penyakit demam yang ditularkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti. Penyakit ini bisa berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik.

BACA JUGA:  Upaya Mencegah Demam Berdarah di Jember, PMI Lakukan Pengasapan 3 Kali Seminggu

Dilansir dari laman Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, kasus DBD meningkat dapat ditangani dengan melakukan beberapa tips pencegahan DBD berikut ini:

1. Menguras

Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, tong air, dan lain-lain.

2. Menutup

Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.

3. Mendaur Ulang Barang Bekas

Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti penular demam berdarah.

Berikut Tips Pertolongan Awal Terhadap Penderita DBD

1. Tirah Baring (Bedrest)

Tirah baring merujuk pada kondisi istirahat di tempat tidur dalam jangka waktu tertentu. Tirah baring diperlukan untuk mengembalikan kondisi tubuh penderita DBD.

2. Perbanyak Minum Air

Penderita DBD disarankan banyak minum air putih. Hal ini diperlukan karena orang yang terinfeksi virus Dengue akan diikuti oleh gejala lain, seperti dehidrasi.

3. Kompres Hangat

Kompres hangat untuk penderita DBD berguna untuk menurunkan suhu tubuh karena dapat merangsang produksi keringat.

4. Berikan Obat Pereda Demam

Jika penderita mengalami demam tinggi, upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan obat pereda demam yang bisa didapatkan melalui resep dokter ataupun di apotek terdekat.

5. Mendatangi Fasilitas Kesehatan

Jika dalam 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti tampak lemas, muntah-muntah, mimisan, pendarahan gusi, dan sebagainya maka perlu segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.