Berita , D.I Yogyakarta
Terdampak Kekeringan Akibat DAM Srandakan Jebol, Begini Kisah Perjuangan Warga di Trimurti Bantul
HARIANE - Sejak sepakan lalu, warga Dusun Nengahan, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul harus berusaha lebih ekstra untuk mendapatkan pasokan air bersih. Jebolnya DAM Srandakan mengakibatkan air sumur di rumah mereka mengering.
Salah seorang warga setempat, Ratip (60) mengaku bahwa warga sudah melakukan penggalian sumur menjadi lebih dalam. Namun, air yang diharapkan tidak bisa bertahan lebih lama.
"Di sini rata-rata sudah digali lagi 1 sampai 2 meter, tetapi airnya tidak awet,"katanya, Jumat (04/7/2025).
Sejak saat itu, Ratip harus mendorong gerobak hanya untuk mengambil air bantuan pemerintah sebanyak dua ember besar yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Penampungan berwarna oranye bertuliskan PMI digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena air sumur sudah habis.
"Baru kali ini ada sumur kering," kata dia.
Warga lainnya Wahyu Rubianto (49) mengatakan sejak akhir Mei 2025 lalu, sudah merasakan air sumur mulai berkurang.
Awal Juni sebagian warga sudah mulai menggali sumur kembali untuk mendapatkan air bersih.
"Di sini krisis air, ada warga yang menggali sumur untuk mendapatkan air sejak awal Juni lalu sekarang sudah kering," kata Wahyu.
Dirinya beruntung dibandingkan tetangga lainnya, di rumahnya sudah ada PDAM yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Sejak jaman ibu saya itu kebetulan PDAM tidak saya putus, Alhamdulillah sekarang berguna," kata dia.
Wahyu mengatakan, semenjak DAM Srandakan atau Groundseal jebol warga terdampak kekurangan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal perkampungan ini hanya sekitar 1 km dari Sungai Progo.