Berita , D.I Yogyakarta , Ekbis

Barang China Jadi Polemik, Begini Kata Mendag Zulhas

profile picture Yohanes Angga
Yohanes Angga
Barang China Jadi Polemik, Begini Kata Mendag Zulhas
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan di Trirenggo, Bantul, Sabtu, 07, Juli, 2024. Foto/Yohanes Angga.

HARIANE - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bea masuk atau pajak impor dari China sebesar 200 persen. Rencana tersebut mendapat beragam komentar penolakan dari pengusaha impor di Indonesia. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa rencana kenaikan pajak tersebut masih dalam proses perhitungan. 

"Kan nanti dihitung, ya tentu kalau menghancurkan ekonomi Indonesia akan dilihat, pasti dikenakan," kata Zulhas saat pelepasan ekspor produk home decor di Trirenggo, Kabupaten Bantul, Sabtu, 06, Juli, 2024. 

Menurutnya kebijkan tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk melindungi UKM lokal yang saat ini banyak gulung tikar karena kalah bersaing dengan barang impor asal China. Menurutnya, penerapan pajak tambahan itu sah dilakukan, bahkan telah diterapkan oleh negara-negara lainnya. 

"Semua negara bisa melindungi industri dalam negeri. Negara lain juga seperti itu, boleh karena itu aturan yang diperbolehkan," katanya.

Menurutnya, pemberlakuan pajak tambahan ini tidak hanya berlaku untuk negara tertentu saja, melainkan dari berbagai negara yang memiliki nilai barang impor yang besar. Adapun, Zulhas mengatakan bahwa ada tujuh kriteria barang yang rencananya akan dikenakan bea masuk, diantaranya adalah produk tekstil dan impor tekstil (TPT), elektronik, kosmetik, keramik, alas kaki, pakaian jadi dan produk tekstil jadi. 

Selain itu, kata Zulhas, sebelum diterapkan, pihaknya akan melakukan perhitungan-perhitungan untuk menentukan besaran pajak tambahan tersebut. 

"Kalau ada bukti tiga tahun melonjak, mengganggu industri kita boleh kita mengenakan bea masuk anti dumping atau bea masuk tindakan pengamanan, tapi dihitung oleh KADI dan KPPI," lanjut Zulhas.

Menurutnya, kenaikan pajak tambahan untuk tujuh barang impor tersebut masih belum pasti mencapai 200 persen. 

"Nanti dihitung mereka, bisa 10, 20, 30 persen. Nanti dihitung," ucapnya.

Sebelumnya, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menolak rencana pengenaan pajak tambahan untuk impor tekstil dan produk tekstil (TPT), elektronik, kosmetik, alas kaki, pakaian jadi, produk tekstil jadi, dan keramik.

1
Ads Banner

BERITA TERKINI

Qurban For Stunting, Upaya Kemenag Gunungkidul Tekan Angka Stunting

Qurban For Stunting, Upaya Kemenag Gunungkidul Tekan Angka Stunting

Jumat, 12 Juli 2024 16:23 WIB
Harga Emas Perhiasan Hari ini Jumat 12 Juli 2024 Naik Drastis! Cek Rinciannya ...

Harga Emas Perhiasan Hari ini Jumat 12 Juli 2024 Naik Drastis! Cek Rinciannya ...

Jumat, 12 Juli 2024 09:54 WIB
Jamaah Haji Pulang Hari ini Jumat 12 Juli 2024 Ada 20 Kloter, ini ...

Jamaah Haji Pulang Hari ini Jumat 12 Juli 2024 Ada 20 Kloter, ini ...

Jumat, 12 Juli 2024 09:54 WIB
Harga Emas Antam Hari ini Jumat 12 Juli 2024 Naik Fantastis, Cek Rinciannya ...

Harga Emas Antam Hari ini Jumat 12 Juli 2024 Naik Fantastis, Cek Rinciannya ...

Jumat, 12 Juli 2024 09:22 WIB
Dinamika Pilkada di Gunungkidul, PDI-P dan Golkar Berpotensi Koalisi

Dinamika Pilkada di Gunungkidul, PDI-P dan Golkar Berpotensi Koalisi

Jumat, 12 Juli 2024 05:43 WIB
Gegara Jalan Sempit, 2 Pengendara Mobil Cekcok di Semarang Hingga Menendang dan Memaki

Gegara Jalan Sempit, 2 Pengendara Mobil Cekcok di Semarang Hingga Menendang dan Memaki

Kamis, 11 Juli 2024 22:57 WIB
17 Kalurahan di Gunungkidul Lunas PBB Sebelum Jatuh Tempo

17 Kalurahan di Gunungkidul Lunas PBB Sebelum Jatuh Tempo

Kamis, 11 Juli 2024 19:36 WIB
Perpanjangan Status Siaga Gunung Merapi, Berikut Potensi Bahayanya

Perpanjangan Status Siaga Gunung Merapi, Berikut Potensi Bahayanya

Kamis, 11 Juli 2024 18:10 WIB
Truk Muatan Pakan Ternak Terguling di Tanjakan Kaliurang Bantul, Ibu dan Anak Luka ...

Truk Muatan Pakan Ternak Terguling di Tanjakan Kaliurang Bantul, Ibu dan Anak Luka ...

Kamis, 11 Juli 2024 13:54 WIB
Daftar Jamaah Haji Pulang Hari ini Kamis 11 Juli 2024, 22 Kloter Siap ...

Daftar Jamaah Haji Pulang Hari ini Kamis 11 Juli 2024, 22 Kloter Siap ...

Kamis, 11 Juli 2024 13:49 WIB