Artikel

Cara Cek Obat BPOM Online untuk Produk Herbal yang Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

profile picture Dyah Ayu Purwirasari
Dyah Ayu Purwirasari
Cara Cek Obat BPOM Online untuk Produk Herbal yang Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Cara Cek Obat BPOM Online untuk Produk Herbal yang Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
HARIANE – Berikut adalah cara cek obat BPOM online untuk produk-produk herbal atau suplemen yang mengandung bahan kimia berbahaya dan sudah ditarik dari peredaran.
Cara cek obat BPOM online ini penting untuk diketahui karena meski sudah dilarang beredar, nyatanya masih ada pengusaha yang bandel dan mengedarkan produk yang berbahaya ke masyarakat.
Maka dari itu, cara cek obat BPOM online ini bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui apakah obat herbal dan suplemen yang dimilikinya termasuk ke dalam produk yang berbahaya atau tidak.
Meski BPOM terus melaksanakan fungsinya sebagai pengawas dan melarang peredaran produk berbahaya, tentu konsumen juga harus lebih cerdas dan bijak dalam memilih obat herbal dan suplemen yang akan dikonsumsi.
BACA JUGA : Update Gagal Ginjal Akut: BPOM Rilis 198 Obat Sirup Aman Dikonsumsi Terbaru

Obat Herbal Tradisional Sering Dicampur dengan Bahan Kimia Obat (BKO) yang Berbahaya

cara cek obat BPOM online
BPOM menyediakan fasilitas laman website dan aplikasi smartphone untuk memudahkan masyarakat mengecek izin edar obat herbal. (Foto: e-Public Warning)
Menyeruaknya kasus gagal ginjal akut tahun 2022 yang menyebabkan korban jiwa pada anak-anak tentu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dalam mengonsumsi obat-obatan yang beredar di pasaran.
Tidak semua obat yang dijual dan bisa dibeli bebas ternyata aman. BPOM sebagai badan yang mengawasi peredaran obat dan makanan di Indonesia pun terus melakukan fungsinya bahkan menarik peredaran obat dan suplemen yang terbukti mengandung BKO berbahaya untuk kesehatan.
Sebelum mengetahui cara cek obat BPOM online, ketahui dulu apa yang dimaksud dengan Bahan Kimia Obat (BKO).
Menurut BPOM RI, BKO adalah zat kimia yang digunakan sebagai bahan utama obat kimiawi yang biasanya ditambahkan pada bahan pembuat obat herbal/tradisional/jamu untuk memperkuat indikasi obat tersebut.
BACA JUGA : Penarikan 19 Sampo di Amerika Disebut Bisa Picu Kanker, BPOM Beri Klarifikasi Ini
Kenapa BKO berbahaya pada obat herbal? Karena terjadi interaksi antara komponen senyawa yang ada pada obat tradisional dengan obat sintetik, sehingga bisa menimbulkan efek buruk pada kesehatan.
Ads Banner

BERITA TERKINI

Harga Emas Antam Hari ini Kamis 3 April 2025 Meroket, Naik Rp 17 ...

Harga Emas Antam Hari ini Kamis 3 April 2025 Meroket, Naik Rp 17 ...

Kamis, 03 April 2025
Pesona Wisata Pagi Gunungkidul, Hunting Sunrise di Gunung Ireng

Pesona Wisata Pagi Gunungkidul, Hunting Sunrise di Gunung Ireng

Kamis, 03 April 2025
Harga Emas Perhiasan Hari ini Kamis 3 April 2025 Naik atau Turun? Cek ...

Harga Emas Perhiasan Hari ini Kamis 3 April 2025 Naik atau Turun? Cek ...

Kamis, 03 April 2025
Bahaya Rip Current, Ini Spot yang Perlu Diwaspadai Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul

Bahaya Rip Current, Ini Spot yang Perlu Diwaspadai Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul

Kamis, 03 April 2025
18 Puskesmas di Jogja Beroperasi 24 Jam Selama Libur Lebaran, Berikut Daftarnya

18 Puskesmas di Jogja Beroperasi 24 Jam Selama Libur Lebaran, Berikut Daftarnya

Kamis, 03 April 2025
Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Masuk Parit di Jalan Jogja-Wonosari

Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Masuk Parit di Jalan Jogja-Wonosari

Rabu, 02 April 2025
Menjelajahi Padukuhan Wota-Wati di Sisi Timur Gunungkidul, Bak Tinggal di Kerajaan Majapahit

Menjelajahi Padukuhan Wota-Wati di Sisi Timur Gunungkidul, Bak Tinggal di Kerajaan Majapahit

Rabu, 02 April 2025
Mantap! Ini 6 Makanan Khas Palembang yang Disajikan saat Lebaran Idul Fitri

Mantap! Ini 6 Makanan Khas Palembang yang Disajikan saat Lebaran Idul Fitri

Rabu, 02 April 2025
Harga Emas Perhiasan Hari ini Rabu 2 April 2025, Cek Sebelum Beli

Harga Emas Perhiasan Hari ini Rabu 2 April 2025, Cek Sebelum Beli

Rabu, 02 April 2025
Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan atau Selang-Seling? Begini Hukumnya

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Berurutan atau Selang-Seling? Begini Hukumnya

Rabu, 02 April 2025