Sambo menjawab pertanyaan tersebut dan mengakui bahwa hanya Eliezer alias Bharada E yang hanya melepaskan tembakan.Alasan disingkirkannya rekaman CCTV di sekitar tempat lokasi kejadian diakui Sambo untuk menumpahkan semua tanggung jawab kepada dirinya sendiri.Sambo mengaku bahwa ia menyampaikan kepada Bharada E bahwa akan mengambil tanggung jawab atas peristiwa tersebut, namun, Eleizer harus dapat menjelaskan bahwa terbunuhnya Brigadir J dikarenakan tembak menembak yang terjadi di antara keduanya.Penyingkiran CCTV tersebut akhirnya menjadi sebuah boomerang untuk Sambo.Ferdy Sambo sidang perdana tanpa mengenakan rompi tahanan. (Youtube/PN JAKARTA SELATAN)Menurut PMJ News, rekaman CCTV terkait peristiwa penembakan tersebut ditonton oleh anak buahnya dan membuat skenario tembak menembak yang dibuat oleh terdakwa menjadi terbantahkan.Pasalnya, Sambo menyebutkan bahwa dalam rekaman CCTV yang di cek oleh anak buahnya, terlihat bahwa Brigadir J masih hidup, padahal ia mengaku bahwa ketika ia tiba di Rumah Dinasnya Brigadir J sudah tewas.Dalam persidangan Ferdy Sambo terbaru, fakta mengenai peristiwa tembak menembak yang sebelumnya di klaim merupakan kronologi yang sesungguhnya kini diakui tidak benar oleh terdakwa.****