Berita , Nasional

Bawaslu Temukan Ribuan TPS Bermasalah Soal Pemungutan dan Penghitungan Suara

profile picture Tim Red 4
Tim Red 4
Bawaslu Temukan Ribuan TPS Bermasalah Soal Pemungutan dan Penghitungan Suara
Ribuan TPS bermasalah dalam soal pemungutan dan penghitungan suara, menurut Bawaslu. (Foto: YouTube/Bawaslu RI)

HARIANE - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan ribuan TPS bermasalah pada saat pemungutan dan juga penghitungan suara pasca pencoblosan 14 Februari 2024 kemarin. 

Melalui konferensi pers hari ini Kamis, 15 Februari 2024, Bawaslu mengungkapkan ditemukan 13 masalah pemungutan suara, dan 6 penghitungan suara yang terjadi di ribuan TPS.

"Bawaslu mengidentifikasi 13 permasalahan pada pemungutan suara, dan 6 permasalahan pada pelaksanaan penghitungan suara. Data berdasarkan rekapitulasi pengawasan di 38 provinsi dan diinformasikan melalui aplikasi sistem aplikasi pengawasan pemilu atau AWASLU hingga 15 Februari pukul enam pagi hari ini," terang Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di Media Center Bawaslu RI.

Tren masalah yang terjadi di TPS soal pemungutan suara misalnya seperti keterlambatan pencoblosan, hingga adanya intimidasi dari pihak paslon tertentu kepada pemilih. 

Bawaslu juga menemukan masalah pada soal penghitungan suara seperti misalnya akses platform Sirekap yang sulit. 

Masalah pemungutan suara tersebut adalah:

1. Sebanyak 37.406 TPS mengalami pembukaan pemungutan suara lebih dari jam 07.00 WIB

2. 12.884 TPS tidak tersedia alat bantu disabilitas netra
3. 10.496 TPS logistik pemungutan suaranya tidak lengkap 
4. 8.219 TPS terdapat pemilih khusus yang menggunakan hak pilihnya tidak sesuai dengan domisi sesuai e-KTP
5. 6.084 TPS surat suara tertukar
6. 5.836 TPS yang pendamping pemilih penyandang disabilitas tidak menandatangani surat pernyataan pendamping
7. 5.449 TPS di mana KPPS tidak menjelaskan tata cara pelaksaan pencoblosan dan penghitungan suara Pemilu 2024
8. 3.724 TPS papan pengumuman DPT tidak terpasang dan tidak memuat pemilih yang ditandai tidak memenuhi syarat
9. 3.521 TPS didapati saksi yang menggunakan atribut partai politik atau calon legislatif tertentu
10. 2.632 TPS didapati mobilisasi atau mengarahkan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya
11. 2.059 TPS di mana saksi tidak bisa menunjukkan surat mandat tertulis 
12. 2.413 TPS didapati pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali
13. 2.271 TPS terjadi intimidasi kepada pemilih dan/atau kepada penyelenggara pemilu di TPS.

Sedangkan 6 masalah penghitungan suara yang ditemukan di TPS bermasalah oleh Bawaslu adalah sebagai berikut:

1. Sebanyak 11.233 TPS tidak bisa mengakses Sirekap oleh pengawas, saksi, maupun masyarakat

2. 3.463 TPS melakukan penghitungan suara sebelum waktu yang ditentukan
3. 2.162 TPS tidak sesuai jumlah surat suara yang sah dan tidak sah dengan jumlah pemilih 
4. 1.805 TPS pengawas tidak diberikan model C hasil atau salinan
5. 1.888 TPS saksi, pengawas, dan wakil masyarakat tidak dapat menyaksikan proses penghitungan suara secara jelas
6. 1.473 TPS ada intimidasi terhadap penyelenggara.

Dari hasil temuan indikasi masalah dan kecurangan di Pemilu 2024 tersebut Bawaslu telah melakukan tindak lanjut, di antaranya adalah memberikan saran kepada KPPS agar pemungutan suara dilakukan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan yaitu pada 07.00 dan diselesaikan pada waktu yang juga sudah ditentukan yaitu pukul 13.00.

Bawaslu juga merekomendasikan untuk melengkapi alat bantu disabilitas di TPS, melengkapi logistik yang tidak lengkap, memastikan pendamping penyandang disabilitas menandatangani surat pernyataan.

Terkait dengan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pendukung caleg, partai politik, maupun paslon tertentu, Bawaslu menyarankan kepada pengawas pemilu kecamatan untuk memeriksa pemilih yang menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali, dan menghentikan sementara proses pemungutan suara. 

Ads Banner

BERITA TERKINI

Cegah Politik Uang di Pilkada 2024, Bawaslu Bantul Gandeng Karang Taruna

Cegah Politik Uang di Pilkada 2024, Bawaslu Bantul Gandeng Karang Taruna

Jumat, 19 April 2024 05:17 WIB
Resmi Tersangka, Pengendara Fortuner Arogan Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Resmi Tersangka, Pengendara Fortuner Arogan Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Jumat, 19 April 2024 04:53 WIB
Peluang Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Piala Asia U23 Qatar 2024, Wajib Menang ...

Peluang Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Piala Asia U23 Qatar 2024, Wajib Menang ...

Kamis, 18 April 2024 23:02 WIB
Hasil Pertandingan Indonesia U23 vs Australia U23, Sundulan Komang Teguh Bawa Kemenangan Bagi ...

Hasil Pertandingan Indonesia U23 vs Australia U23, Sundulan Komang Teguh Bawa Kemenangan Bagi ...

Kamis, 18 April 2024 22:42 WIB
Bobol Rumah Warga Kasihan Bantul, Perempuan Asal Cianjur Curi Uang Rp 81 Juta

Bobol Rumah Warga Kasihan Bantul, Perempuan Asal Cianjur Curi Uang Rp 81 Juta

Kamis, 18 April 2024 19:21 WIB
Gasak Uang Tunai RP 100 Juta, Seorang Wanita Masuk Bui

Gasak Uang Tunai RP 100 Juta, Seorang Wanita Masuk Bui

Kamis, 18 April 2024 18:28 WIB
Bawa Celurit dan Molotov, 5 Remaja Diamankan Polisi

Bawa Celurit dan Molotov, 5 Remaja Diamankan Polisi

Kamis, 18 April 2024 18:14 WIB
Angka Gejala Depresi Mahasiswa Program Dokter Spesialis Tinggi, UGM Rutin Cek Kesehatan Mental

Angka Gejala Depresi Mahasiswa Program Dokter Spesialis Tinggi, UGM Rutin Cek Kesehatan Mental

Kamis, 18 April 2024 17:57 WIB
Peringati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108, Pemkab Gelar Khitanan Massal di Puskesmas Godean ...

Peringati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-108, Pemkab Gelar Khitanan Massal di Puskesmas Godean ...

Kamis, 18 April 2024 17:20 WIB
Pemkab Sleman Dorong Perluasan Program Percepatan Penurunan Stunting

Pemkab Sleman Dorong Perluasan Program Percepatan Penurunan Stunting

Kamis, 18 April 2024 16:49 WIB