Berita , Pilihan Editor
NASA Tabrak Asteroid untuk Selamatkan Bumi Bak Cerita Film Fiksi Ilmiah, Ini Hasilnya
Dyah Ayu Purwirasari
NASA Tabrak Asteroid untuk Selamatkan Bumi Bak Cerita Film Fiksi Ilmiah, Ini Hasilnya
HARIANE – Misi untuk penyelamatan bumi NASA tabrak asteroid, berhasil dilakukan pada Senin, 26 September 2022 pukul 19.14 ET (Eastern Time).
Misi NASA tabrak asteroid ini dilakukan dengan cara menabrakkan pesawat ruang angkasa seukuran mesin penjual otomatis bernama DART ke asteroid kecil berukuran diameter 160 meter yang diberi nama Dimorphos.
Tapi tenang, misi NASA tabrak asteroid ini hanya simulasi untuk menguji skenario penyelamatan bumi dari ancaman tubrukan asteroid atau komet jika memang suatu saat nanti terjadi.
Seperti di film fiksi ilmiah, misi menabrak asteroid ini dilakukan untuk melihat apakah memungkinkan untuk menggeser orbit asteroid dengan cara ditabrak, sehingga tidak membentur bumi secara langsung.
BACA JUGA : Hari Bumi Sedunia Jatuh pada 22 April, Berikut Bukti Nyata Perubahan Iklim Bumi yang Diungkapkan NASA
Hasil Misi NASA Tabrak Asteroid Masih Diobservasi Oleh Para Peneliti Beberapa Minggu ke Depan
Dilansir dari laman resmi NASA, DART (Double Asteroid Redirection Test) berhasil ditabrakkan ke sebuah asteroid bernama Dimorphos setelah melakukan perjalanan selama 10 bulan sejak bulan November 2021 untuk bisa sampai ke tujuannya. Dimorphos adalah asteroid kecil yang mengelilingi asteroid dengan ukuran yang lebih besar (diameter 780 meter) bernama Didymos. Jarak Dimorphos dengan bumi kira-kira adalah 6,8 juta mil dari Bumi sehingga tidak berbahaya untuk planet biru ini. Upaya tabrak asteroid ini adalah misi pertama yang dilakukan oleh umat manusia untuk berusaha menggeser asteroid dari orbitnya. Misi ini berguna untuk menjadi strategi pertahanan bumi apabila suatu hari nanti ada ancaman tubrukan asteroid ke arah bumi. Misi NASA tabrak asteroid ini disiarkan secara langsung via kanal YouTube NASA sehingga masyarakat dunia bisa melihat sendiri detik-detik DART menabrak Dimorphos. Dari siaran langsung sebelum DART menabrak Dimorphos, tampak dengan jelas permukaan asteroid yang tidak rata dan berbatu. Menara kontrol NASA pun tampak bersorak sorai saat sinyal dari DART hilang, yang menandakan tabrakan berhasil dilakukan.BACA JUGA : NASA Membentuk Tim Ilmuwan UFO Karena Mengganggu Keamanan Nasional: Butuh 9 Bulan Untuk Pengembangan Berbagai Laporan