Upaya Pengendalian Risiko Banjir dengan Alat Telemetri Canggih di Sungai-Sungai Vital di Jawa Tengah

HARIANE — Upaya pengendalian risiko banjir menjadi semakin vital mengingat kondisi sungai dan daerah aliran sungai (DAS) di Indonesia yang semakin terdegradasi sehingga dapat berdampak pada kehidupan manusia.

Salah satu fenomena yang terjadi adalah terjadinya banjir akibat adanya luapan air sungai.

Tinggi muka air sungai yang melebihi daratan menyebabkan air menyebar ke daratan dan menggenangi lingkungan sekitar.

Banjir ini dapat disebabkan oleh faktor alam seperti curah hujan yang berlebih atau terlalu tinggi.

Selain itu, banjir juga dapat diperparah dengan berkurangnya area resapan air, adanya penumpukan sampah, dan sebagainya.

BACA JUGA:  Duka Tragedi Arema FC vs Persebaya, Ridwan Kamil: Tragedi Terbesar Dalam Sejarah Olah Raga Indonesia

Pengendalian Risiko Banjir dengan Alat Telemetri Canggih AWLR

Tim Mertani bersama BBWS Pemali Juana
(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Oleh karena itu, pemerintah mulai menginisiasi adanya penerapan teknologi yang mampu memberikan informasi mengenai kondisi tinggi muka air sungai secara terus-menerus (realtime) dan melalui jaringan internet (online).

Teknologi ini bernama Automatic Water Level Recorder (AWLR). AWLR merupakan salah satu alat telimetri berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memberikan informasi mengenai tinggi muka air sungai di titik-titik vital aliran sungai.

Apabila terjadi anomali ataupun tanda-tanda terjadi luapan air sungai, maka pemerintah dapat memberikan peringatan lebih dini kepada masyarakat.

PT Merapi Tani Instrumen atau Mertani merupakan perusahaan berbasis teknologi di Yogyakarta yang menyediakan berbagi solusi digital bagi sektor industri.

HARIANE.COM memperkenankan konten (selain foto) digubah dan ditayangkan kembali dengan mencantumkan sumber dan link laman ini.