Berita , Nasional , Pilihan Editor , Headline

Kenali Modus Operandi Mafia Tanah dan Keterlibatan PPAT

profile picture Ichsan Muttaqin
Ichsan Muttaqin
Kenali Modus Operandi Mafia Tanah dan Keterlibatan PPAT
Kasus mafia tanah disebut sebagai extraodrinary crime karena diduga melibatkan PPAT dalam menjalankan modus operandi (Ilustrasi : pexels/koolshooters)
HARIANE - Mafia tanah menjadi salah satu kasus yang mencuat di tahun 2021 lalu ketika artis Nirina Zubir menjadi korban. Ironisnya, dalam menjalankan modus operandi, mafia tanah ternyata juga melibatkan pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
Guna menghindari resiko menjadi korban, perlu rasanya untuk mengenali modus operandi mafia tanah dan keterlibatan PPAT dalam menjalankan aksi kejahatannya.
Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, pada tahun 2020, ada 202 kasus mafia tanah dengan berbagai modus operandi dan keterlibatan PPAT yang diadukan ke Inspektorat Bidang Investigasi (IBI) sejak tahun 2020.
BACA JUGA : RUU IKN Disetujui, Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Masuk dalam Agenda Pemulihan Ekonomi
Bahkan, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang menyebut jika mafia tanah merupakan extraordinary crime dengan menggunakan berbagai modus operandi dan melibatkan PPAT.
Demikian disampaikan Junimart dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa 18 Januari 2022.
"Modusnya operandi mafia tanah sesungguhnya sederhana. Pertama dengan cara memalsukan alat hak, yakni pemutihan lama, girik, petuk, kekitir. Kedua, mafia tanah mencari legalitas melalui pengadilan," urai di Junimart.
Menurutnya, mafia tanah dalam modus operandi diduga kuat melibatkan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam kasus pemalsuan Akta Jual Beli (AJB).
"Ini harus ditertibkan juga. Modus lainnya yaitu dengan melakukan pemalsuan atas surat kuasa menjual, membuat sertifikat palsu, dan sertifikat pengganti," terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebuah sertifikat pengganti bisa terbit karena ada keterlibatan orang dalam. Selain itu modus lainnya adalah dengan menghilangkan warkah, menggunakan para preman untuk menduduki tanah secara ilegal, dan juga makelar tanah.
"Inilah modus mafia tanah yang bisa diidentifikasi," ujar Junimart.
BACA JUGA : RUU TPKS Disahkan, Tapi Tidak Boleh Melegalkan Seks Bebas dan LGBT
Sementara Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal mengatakan, banyaknya kasus mafia tanah salah satunya disebabkan oleh belum sinkronnya kebijakan antara satu kementerian denganyang lain. Terutama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian ATR/BPN.
Hal ini didukung dengan kenyataan bahwa 67 persen permasalahan tanah ada di KLHK, dan 33 persen ada di Kementerian ATR/BPN. ****
 
Ads Banner

BERITA TERKINI

Jelang Peringatan HUT RI Ke-79, Warga Dhuafa Dibangunkan Rumah

Jelang Peringatan HUT RI Ke-79, Warga Dhuafa Dibangunkan Rumah

Sabtu, 22 Juni 2024 22:37 WIB
20 Kloter Jamaah Haji Pulang Hari ini, Kemenag Sediakan Asrama untuk Menginap

20 Kloter Jamaah Haji Pulang Hari ini, Kemenag Sediakan Asrama untuk Menginap

Sabtu, 22 Juni 2024 19:05 WIB
Gangguan Pusat Data Nasional Hambat Layanan Publik, Kemenkominfo Minta Maaf

Gangguan Pusat Data Nasional Hambat Layanan Publik, Kemenkominfo Minta Maaf

Sabtu, 22 Juni 2024 17:34 WIB
Ada Jakarta International Marathon, Besok 34 Ruas Jalan Akan Ditutup

Ada Jakarta International Marathon, Besok 34 Ruas Jalan Akan Ditutup

Sabtu, 22 Juni 2024 16:05 WIB
Viral Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor Beri Peringatan

Viral Pengunjung Beri Makan Kuda Nil Sampah Plastik, Taman Safari Bogor Beri Peringatan

Sabtu, 22 Juni 2024 15:21 WIB
Ramalan Zodiak Besok Minggu 23 Juni 2024 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, ...

Ramalan Zodiak Besok Minggu 23 Juni 2024 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, ...

Sabtu, 22 Juni 2024 14:42 WIB
Harga Emas Perhiasan Hari ini Sabtu 22 Juni 2024 Naik atau Turun? Cek ...

Harga Emas Perhiasan Hari ini Sabtu 22 Juni 2024 Naik atau Turun? Cek ...

Sabtu, 22 Juni 2024 10:30 WIB
Harga Emas Antam Hari ini Sabtu 22 Juni 2024 Turun Rp 14 Ribu, ...

Harga Emas Antam Hari ini Sabtu 22 Juni 2024 Turun Rp 14 Ribu, ...

Sabtu, 22 Juni 2024 10:30 WIB
Ramalan Zodiak Minggu 23 Juni 2024 Lengkap untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, ...

Ramalan Zodiak Minggu 23 Juni 2024 Lengkap untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, ...

Sabtu, 22 Juni 2024 06:36 WIB
Minim Siswa, Dua SD Negeri di Gunungkidul Diregrouping

Minim Siswa, Dua SD Negeri di Gunungkidul Diregrouping

Jumat, 21 Juni 2024 15:46 WIB