Penipuan Arisan Online di Bojonegoro, Pelaku Kabur dan Sebabkan 200 Anggota Rugi hingga Rp 1,3 Miliar 

HARIANE – Laporan aduan warga terkait kasus penipuan arisan online di Bojonegoro baru-baru ini telah diterima Kepolisian resor (Polres) Bojonegoro.

Laporan tindak penipuan arisan online di Bojonegoro pada Kamis, 17 November 2022 tersebut ditujukan kepada pengelola investasi bodong berkedok arisan online berinisial DYP (26).

Pelaku kasus penipuan arisan online di Bojonegoro ini dikabarkan telah kabur dan sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Berikut informasi selengkapnya seputar penipuan arisan online di Bojonegoro yang bisa disimak dibawah ini.

BACA JUGA:  Untung Rp 1 Miliar, Kasus Penipuan Arisan Online di Magelang Berhasil Diungkap Polisi

Kronologi Kasus Penipuan Arisan Online di Bojonegoro

Dilansir dari laman NTMC Polri, Pelaku berinisial DYP (26) diketahui merupakan warga Dusun Bulu, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

DYP dilaporkan karena semula berjanji akan mengembalikan uang para anggota arisan online pada 1 November 2022 lalu, namun DYP  justru kabur dari rumahnya dan belum diketahui keberadaannya.

Menanggapi aduan tersebut, polisi telah meminta keterangan para pelapor atau korban dan akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Salah satu korban berinisial I (36) warga Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro mengaku dirinya bersama korban yang lainnya membuat laporan ke Polres Bojonegoro karena sudah habis rasa kesabarannya, karena pelaku tidak memiliki itikad baik.

Irul menjelaskan bahwa, jumlah korban anggota arisan yang dirugikan oleh pelaku ada sekitar 200 orang, dengan total kerugian mencapai Rp 1,3 miliar yang dialami keseluruhan korban arisan online.

HARIANE.COM memperkenankan konten (selain foto) digubah dan ditayangkan kembali dengan mencantumkan sumber dan link laman ini.