HARIANE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menemukan adanya praktek kecurangan dalam penggunaan gas elpiji bersubsidi yang menyebabkan kelangkaan di masyarakat.
Pratek curang itu terungkap saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan gas elpiji 3 kg di sejumlah restoran dan laundry sepanjang Jalan Godean dan Jalan Kabupaten pada Rabu (26/2/2025).
Tim gabungan dalam sidak ini terdiri dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, PT Pertamina Patra Niaga Yogyakarta, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Yogyakarta, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Tim Kerja Pembinaan BUMD dan BLUD, Tim Kerja Perekonomian, serta Tim Kerja Sumber Daya Alam Kabupaten Sleman.
Modus Kecurangan Penggunaan Gas Elpiji 3 Kg di Sleman
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Haris Martapa mengungkapkan, dari 12 restoran dan dua binatu yang disidak, ditemukan sebanyak 58 tabung gas melon yang kemudian ditukar dengan 29 tabung gas elpiji 5,5 kg.
"Sidak kali ini menyasar restoran besar dan laundry yang ada di Jalan Godean dan Jalan Kabupaten yang terindikasi menggunakan gas elpiji 3 kg. Untuk restoran dan binatu yang ditemukan masih menggunakan gas elpiji 3 kg akan ditukar dengan gas elpiji 5,5 kg," kata Haris, Rabu (26/2/2025).
Selain itu, Pemkab Sleman juga memastikan stok gas elpiji melon di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Murni Makmur Sejahtera Ambarketawang dalam kondisi aman menjelang Ramadan.
Pantauan ini untuk memastikan sudah tidak ada lagi antrian untuk pemenuhan pasokan di pangkalan dan agen di wilayah Kabupaten Sleman.
"Pantauan ke SPBE ini untuk melihat kondisi lapangan bahwa pemenuhan gas di pangkalan dan agen sudah terpenuhi. Dan memastikan bahwa stok gas elpiji 3 kg aman sampai akhir puasa," terangnya.
Ia menyampaikan, beberapa hari sebelumnya, kelangkaan stok gas elpiji 3 kg terjadi di Kabupaten Sleman.
"Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi di Kabupaten Sleman dipengaruhi beberapa hal, salah satunya faktor cuaca yang menyebabkan terkendalanya kapal tanker pengangkut elpiji tidak bisa merapat ke dermaga," ucapnya.
Kondisi ini sudah berangsur membaik sejak kapal tanker pengangkut gas milik Pertamina saat ini sudah bisa merapat ke dermaga.