Berita , D.I Yogyakarta

Diiming-imingi Gaji Tinggi, 2 Anak Asal Jakarta Jadi Korban TPPO di Yogyakarta

profile picture Ica Ervina
Ica Ervina
Diiming-imingi Gaji Tinggi, 2 Anak Asal Jakarta Jadi Korban TPPO di Yogyakarta
Pelaku kasus TPPO di Yogyakarta diamankan Polresta Yogyakarta. (Foto: Hariane/Ica Ervina)

HARIANE - Dua gadis di bawah umur menjadi korban TPPO di Yogyakarta dengan modus dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK). 

Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tersebut diungkap oleh Polresta Yogyakarta yang kini telah mengamankan para pelaku. 

Kepala Unit (Kanit) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Apri Sawitri mengatakan tersangka diduga mengeksploitasi secara seksual terhadap dua anak di bawah umur pada Rabu, 8 November 2023 di salah satu hotel di Kota Yogyakarta.

Apri menyebut kasus ini bermula adanya laporan bahwa telah terjadi tindakan TPPO dan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur di sebuah hotel. Pihaknya pun langsung melakukan upaya penyelidikan hingga akhirnya mengamankan empat pelaku.

Mirisnya tiga dari empat pelaku juga masih berusia belasan tahun. Empat pelaku yang kini telah jadi tersangka tersebut yakni TI (19) lulusan SMA asal Depok Jawa Barat, MN (18) pengangguran, lulusan SMP di Jawa Barat, kemudian EK (25) pelajar Jakarta Selatan, lalu perempuan HM (18) pelajar Jawa Barat.

"Modus operandinya yaitu anak-anak tersebut pekerjakan sebagai pekerja seksual dan diimingi-iming gaji besar setiap minggu Rp 2 juta," ujarnya saat jumpa pers Rabu, 29 November 2023.

Kronologi Korban Diajak Jadi PSK di Yogyakarta

Kronologi bermula saat korban mengenal pelaku via telepon dan media sosial. Pelaku mengabarkan ada pekerjaan di Kota Yogyakarta dengan gaji tinggi. Kemudian korban datang ke Yogyakarta, namun justru dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Ide menjalankan bisnis prostitusi ini dimulai dari tersangka perempuan berinisial HM yang juga merupakan perempuan open BO di Kota Yogyakarta.

Lalu HM mengajak EK yang merupakan suami sirinya, kemudian mengajak operator untuk berbisnis di Jogja, buat bisnis pelayanan seksual. Masing-masing operator akan mendapatkan Rp 50 ribu bila setiap ada tamu laku Rp300 ribu. 

"Apalagi laku Rp500 ribu ke atas, itu masing-masing mendapatkan Rp100 ribu," sebut Apri. 

Lebih lanjut, Apri menyebut korban tidak mendapat kekerasan seksual, akan tetapi selama dipekerjakan sebagai PSK, mereka tidak diberi imbalan.

Ads Banner

BERITA TERKINI

Deretan Tempat Makan Legendaris di Gunungkidul yang Patut Dicoba

Deretan Tempat Makan Legendaris di Gunungkidul yang Patut Dicoba

Kamis, 03 April 2025
Motif Pembunuhan Sadis di Cimahi, Jasad Membusuk dengan Gunting Tertancap di Leher

Motif Pembunuhan Sadis di Cimahi, Jasad Membusuk dengan Gunting Tertancap di Leher

Kamis, 03 April 2025
Jungwok Blue Ocean, Santorininya Gunungkidul yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Jungwok Blue Ocean, Santorininya Gunungkidul yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Kamis, 03 April 2025
Harga Emas Antam Hari ini Kamis 3 April 2025 Meroket, Naik Rp 17 ...

Harga Emas Antam Hari ini Kamis 3 April 2025 Meroket, Naik Rp 17 ...

Kamis, 03 April 2025
Pesona Wisata Pagi Gunungkidul, Hunting Sunrise di Gunung Ireng

Pesona Wisata Pagi Gunungkidul, Hunting Sunrise di Gunung Ireng

Kamis, 03 April 2025
Harga Emas Perhiasan Hari ini Kamis 3 April 2025 Naik atau Turun? Cek ...

Harga Emas Perhiasan Hari ini Kamis 3 April 2025 Naik atau Turun? Cek ...

Kamis, 03 April 2025
Bahaya Rip Current, Ini Spot yang Perlu Diwaspadai Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul

Bahaya Rip Current, Ini Spot yang Perlu Diwaspadai Wisatawan di Pantai Parangtritis Bantul

Kamis, 03 April 2025
18 Puskesmas di Jogja Beroperasi 24 Jam Selama Libur Lebaran, Berikut Daftarnya

18 Puskesmas di Jogja Beroperasi 24 Jam Selama Libur Lebaran, Berikut Daftarnya

Kamis, 03 April 2025
Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Masuk Parit di Jalan Jogja-Wonosari

Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Masuk Parit di Jalan Jogja-Wonosari

Rabu, 02 April 2025
Menjelajahi Padukuhan Wota-Wati di Sisi Timur Gunungkidul, Bak Tinggal di Kerajaan Majapahit

Menjelajahi Padukuhan Wota-Wati di Sisi Timur Gunungkidul, Bak Tinggal di Kerajaan Majapahit

Rabu, 02 April 2025